Wah, Bacagub DKI Ini Pasang Iklan Cari Jodoh

Wah, Bacagub DKI Ini Pasang Iklan Cari Jodoh

IndoElection.com, Jakarta – Muhammad Idris Khalid Amir muncul sebagai salah satu peserta bakal calon gubernur DKI Jakarta. Namanya memang tidak begitu tenar. Tetapi, belakangan ia jadi sorotan karena muncul dalam iklan.

Idris muncul dalam suatu iklan di sebuah surat kabar nasional. Iklan itu bukan iklan politik atau terkait rencananya maju sebagai bakal calon gubernur DKI, melainkan iklan Biro Jodoh.

Bunyi iklanya “Calon Gubernur DKI Jakarta MENCARI istri pendamping max 55thn mapan punya rumah/mobil hub WA 081219219965 HP/SMS : 085288337999 – 85786373257 – 087777326319 PIN BB: 5BD45859”.

Saat dikonfirmasi, Idris membenarkan bahwa dirinya yang memasang iklan tersebut. Menurut dia, selain serius mencari jodoh, iklan itu menjadi bermanfaat bagi elektabilitasnya.

“Oh itu sensasional namanya, biar tambah terkenal enggak apa-apa Pak. Untuk sensasional menambah elektabilitas Pak,” kata Idris, kepada Kompas.com, Sabtu (14/5/2016).

Menurut dia, sudah satu bulan ia memasang iklan dan sudah banyak menerima telpon dari para perempuan yang tertarik, misalnya asal Medan, Palembang dan lainnya. Idris mengaku mencari pasangan yang cerdas dan mengerti politik. Namun, ia mengaku tak memilih daun muda, tetapi pasangan yang dewasa dan bertanggung jawab.

Saat ini perempuan yang sudah menelponnya dari berbagai usia.

“Ada dari dosen-dosen, umurnya mulai 27-43 tahun. Tapi saya belum menentukan pilihan,” ujar pria yang mengaku punya lima anak itu.

Idris enggan mengungkap berapa biaya yang ia keluarkan selama sebulan untuk iklan biro jodoh tersebut.

“Itu murah Pak. Boleh dikatakan enggak ada biaya itu. Enggak berarti begitulah,” ujarnya santai.

Ia melanjutkan, tertarik menjadi cagub DKI karena ingin melakukan program pembenahan di Jakarta. Salah satunya, mengatasi macet, banjir, dan kampung kumuh, hanya dalam enam bulan.

“Visi misi saya lengkap untuk membuat ibu kota sebagai etalase kota terhebat di Indonesia dan mengutamakan kesejahteraan komunitas,” tambahnya lagi.

Kalau terpilih, ia ingin memperbaiki pemerintahan DKI di masa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Meski mengakui Ahok baik, namun ia menilai ada pula kekurangannya. Misalnya, dalam hal penggusuran ia menilai Ahok menelantarkan warga.

“Saya lihat dia cukup bagus tapi ada kelemahan juga. Misalnya kurang santun. Dia cukup cerdas, tegas, berani, itu saya setuju. Tapi kurang santun, kan banyak musuh,” ujar Idris.

Daftar ke sejumlah parpol

Ia mengaku sudah mendaftat di beberapa partai politik sebagai bacagub DKI, misalnya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Demokrat, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Dalam catatan Kompas.com, namanya memang ada di salah satu kandidat yang pernah mendaftar di dua partai di antaranya, yakni PDI-P dan Partai Demokrat. Tapi, di penutupan pendaftaran dan pengembalian formulir cagub di PDI-P, nama Idris masuk dalam yang tidak mengembalikan formulir. Namun, Idris mengaku, ia memilih mundur karena ada pungutan uang biaya administrasi di PDI-P.

“Dari PDI-P saya mengundurkan diri. Ya karena ada dipungut bayaran, enggak mau. Kami ingin jadi pemimpin dan enggak akan korupsi di masa depan gitu loh,” ujar Idris.

Pria yang mengaku berlatar belakang dosen di sebuah universitas di Surabaya, dosen pasca sarjana di sebuah universitas di DKI, dan mantan dosen di Papua itu menyatakan punya latar belakang akademisi dan politik. Sehingga ia mengaku serius untuk maju dalam Pilkada DKI 2017 mendatang. Namun, ia juga menerima kalau gagal menjadi cagub DKI.

“Cagub bukan tujuan utama bagi saya, begitu cagub ini gagal, saya akan kampanye pilpres,” ujar warga yang mengaku tinggal di kawasan Lubang Buaya, Jakarta Timur tersebut.

Categories: Pernik

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*