Waduh, Pertanyaan Moderator Debat Pilkada Surabaya Diduga Bocor

Waduh, Pertanyaan Moderator Debat Pilkada Surabaya Diduga Bocor

IndoElection.com, Surabaya – Pelaksanaan Debat Publik yang digelat oleh KPU Kota Surabaya meninggalkan catatan. Setidaknya tim pasangan Risma-Whisnu menangkap ada yang tidak beres dari pelaksanaan debat kedua yang digelar di Hotel Shangri-La Surabaya.

Debat yang disiarkan langsung stasiun televisi lokal itu diduga tak natural. Pasangan calon tak secara spontan menjawab pertanyaan.

Namun, ada yang menjawab dengan sudah siap bersama referensi dan data. Tim Risma menduga pertanyaan moderator sudah bocor.

“Kami menduga calon lain lebih tahu dulu mengenai pertanyaan moderator. Rasionalisasi kami juga menduga bahwa pertanyaan moderator itu bocor,” reaksi juru bicara tim pemenangan Risma-Whisnu, Didik Prasetiyono, Sabtu (7/11/2015).

Bertindak selaku moderator dalam debat kemarin adalah Rektor Unair Prof Muhammad Nasih.

Di antaranya, dia mengajukan pertanyaan sesuai tema tentang NKRI dan persatuan bangsa. Ada juga pertanyaan seputar peran pemuda.

“Bagaimana mungkin calon lain begitu teks book mejawab dan seperti telah tahu pertanyaan yang akan diajukan. Itu seringkali terlihat. Panwaslu Surabaya harus bisa menjelaskan akan dugaan kebocoran pertanyaan dari moderator ini,” tambah Didik.

Didik mencatat beberapa sesi terlihat ada pasangan calon yang menjawab dengan membaca buku dan catatan seolah konsisten.

Mereka begitu terkonek dengan pertanyaan. Idealnya, pertanyaan moderator tidak bisa ditebak.

“Masih ada sekali debat terakhir. Kami berharap kerahasiaan pertanyaan dijaga baik oleh KPU. Panwas juga harus menindaklanjuti,” tambah Didik yang mengaku puas dengan penampilan jagonya begitu kompak.

Rasiyo saat dikonfirmasi mengaku tak paham dengan dugaan kebocoran pertanyaan. Dia juga menolak bahwa iti bagian dari skenario dirinya.

“Apanya yang bocor. Biarlah teman-teman wartawan yang menilai sendiri,” kata Rasiyo.

Ketua KPU Kota Surabaya Robyan Arifin mengelak jika terjadi kebocoran pertanyaan.

“Inilah dinamikanya begitu kompetitif. Soal dugaan kebocoran pertanyaan itu tak mungkin bisa menguap dan bocor ke calon,” kata Robiyan.

Isi pertanyaan dari moderator itu baru diterimakan di KPU sore. Sementara debat malamnya. Jadi bisa dijamin bahwa pertanyaan moderator itu rahasia. Namun dalam mekanismenya
hanya KPU dan komisionernya yang tahu isi pertanyaan moderator.

Robiyan mempersilakan jika dugaan kebocoran itu dilaporkan ke Panwas. “Kami lebih senang jika mereka melapor. Itu malah lebih fair. Kami tak ambil pusing soal protes itu. Mau lapor ke Panwas atau DKPP sekali pun,” kata Robiyan.

Sementara itu, Risma kembali hadir di tengah-tengah warga. Perempuan ini menghadiri acara sedekah desa di Dukuh Menanggal, Surabaya. Risma membaur bersama ratusan warga kelurahan setempat.

“Kearifan lokal dengan tradisinya harus dilestarikan. Kami bersyukur Bu Risma bisa hadir bersama warga. Ikut parade Sedekah Desa,” kata Haji Amin, tokoh masyarakat Dukuh Menanggal sekaligus ketua panitia sedekah desa.

Risma mulai hadir bersama ratusan warga yang memadati perkampungan selepas pukul 15.00. Dia langsung disambut ratusan warga. Banyak yang mendoakan Risma. (dik)

Categories: Kampanye

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*