Syarat Perempuan Di Pilkada Perlu Dikurangi

Syarat Perempuan Di Pilkada Perlu Dikurangi

IndoElection.com, Jakarta – Keterwakilan perempuan dalam Pemillihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2016, masih sangat rendah.

Perkumpulan untuk pemilu dan demokrasi (Perludem) menemukan dari 1584 peserta yang memenuhi syarat sebagai peserta pilkada, hanya 116 atau 7,32 persen yang berjenis kelamin perempuan.

Peneliti Perludem, Mahardika, kepada wartawan di kantor Perludem, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (13/9/2015), mengingatkan bahwa kurangnya jumlah peserta perempuan, adalah suatu hal yang patut dikhawatirkan. Pasalnya hal itu memperkecil potensi dikeluarkannya kebijakan yang ramah terhadap perempuan.

Oleh karena itu agar pada Pilkada serentak tahun depan jumlah peserta perempuan dapat meningkat, persyaratan pencalonan untuk peserta perempuan harus dikurangi. Salah satu persyaratan yang harus dikurangi adalah persyaratan dukungan tujuh persen untuk peserta independen.

“Misal kepala daerah perlu syarat dukungan tujuh persen, kalau calon kepala daerah ada perempuan maupun wakilnya, jumlah untuk dia dikurangi,” ujarnya.

Perlu disadari, bahwa laki-laki punya modal yang lebih besar, baik modal uang, sosial maupun modal politik. Selain itu kapasitas laki-laki dalam berkampanye juga tentunya jauh lebih luas dibandingkan perempuan. Oleh karena itu persyaratan untuk peserta perempuan tidak bisa disamakan dengan laki-laki.

Dalam undang-undang nomor 8 tahun 2015 tentang Pilkada serentak, sama sekali tidak ada kebijakan yang menguntungkan perempuan. Padahal dalam pemilu legislatif (Pileg), perempuan dapat kemudahan, dengan peraturan yang mewajibkan kuota 30 persen.

“Undang-undang sekarang itu tidak ramah perempuan. Kalau untuk Pileg kan ada keterwakilan perempuan minimal tiga puluh persen,” jelasnya.

Perludem berharap pelaksanaan Pilkada serentak tahun ini bisa dijadikan pelajaran, sehingga kasus serupa tidak terulang pada tahun depan, dan jumlah peserta perempuan bisa meningkat. (dik)

Categories: Survei

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*