Survei Pilkada Banggai, Ma’amun-Batia Ungguli Petahana

Survei Pilkada Banggai, Ma’amun-Batia Ungguli Petahana

IndoElection.com, Banggai – Persaingan antara calon di Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah semakin kuat. Namun, hasil survey Media Survei Indonesia (MSI) mengungkapkan pasangan Ma’mun Amir-Batia Sisilia Hadjar sementara ini berada di urutan teratas, mengalahkan calon petahana.

Menurut hasil survey MSI, alasan utama publik lebih memilih Ma’mun-Batia karena pasangan ini merupakan pemimpin yang hadir di masyarakat. Hal itu dikatakan oleh 32,3 persen dari 600 total responden. Berikutnya, mereka adalah pemimpin yang peduli (13,8 persen), mampu mengatasi masalah ekonomi (12,9 persen), pemimpin yang melayani (10,6 persen), serta mampu menciptakan keamanan dan ketertiban (10,6 persen).

“Popularitas Ma’mun-Batia paling efektif dibanding kandidat lainnya, karena pasangan kandidat ini lebih banyak disukai,” ujar Direktur MSI, Asep Rohmatullah.

Survei MSI dilakukan pada rentan 21-29 Agustus 2015 menyatakan, pasangan Ma’mun-Batia didukung 38,1 persen; Sofhian Mile-Sukri Djalumang 22,5 persen; dan Herwin Yatim-Mustar Labolo 14,9 persen. “Masih ada undecided votters sebanyak 24,5 persen,” kata Asep.

Mantan Manager LSKP-LSI Grup Denny JA itu menjelaskan, tingkat popularitas semua kandidat Bupati sudah di atas 90 persen. Sofhian Mile dikenal 95 persen, Herwin Yatim 93,3 persen, dan Ma’mun Amir 93 persen. Sedangkan untuk pengenalan calon Wakil Bupati, Sukri Djalumang 82,4 persen, Batia Sisilia Hadjar 81,5 persen, serta Mustar Labolo 75,7 persen.

Selain itu, respon masyarakat terhadap kinerja petahana dalam kurun waktu empat tahun ke belakang mempengaruhi hasil survey. Publik yang mengaku puas terhadap Sofhian Mile dan Herwin Yatim berada di bawah angka 50 persen. “Angka kepuasan publik terhadap kinerja incumbent ini tergolong masih rendah,” kata Asep.

Rendahnya kepuasan terhadap Bupati dan Wakil Bupati yang kembali maju dengan pasangan masing-masing ini dikarenakan 10 dari 17 indikator kinerja yang dievaluasi di bawah angka 50 persen. “Bahkan, untuk penyelesaian masalah Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) dinilai paling rendah,” tambah Asep.

Saat ditanyakan terkait 9 Agenda Prioritas yang sudah dicanangkan Pemerintah Daerah 2011 lalu, hanya 3 indikator yang dinilai lebih dari 50 persen. “6 indikator agenda prioritas lainnya dinilai kurang terpenuhi,” ujar Asep.

Survei MSI dilakukan pada rentan 21-29 Agustus 2015. Dengan metode multistage random sampling, survey ini memiliki margin of error sekitar 4,0 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. Jumlah sampel yang diambil 600 responden dengan teknik wawancara langsung memakai kuesioner.

Categories: Survei

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*