Sengketa Pilkada Serentak, MK Diminta Tak Abaikan Politik Uang

Sengketa Pilkada Serentak, MK Diminta Tak Abaikan Politik Uang

BeritaPrima.com, Jakarta – Praktik politik uang yang mewarnai proses pelaksanaan pilkada serentak pada 9 Desember 2015 harus menjadi perhatian serius. Terutama bagi Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai lembaga yang mengadili dugaan pelanggaran pilkada.

“Ini perlu menjadi pertimbangan MK dalam mengambil putusan. Jangan sampai hanya terjebak pada angka – angka,” kata Direktur Eksekutif Perhimpunan Pemilu untuk Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, Sabtu (9/1/2016).

Menurut Titi, masih terjadinya politik uang pada pilkada karena minimnya pengawasan. Ditambah, undang-undang untuk menjerat pelakunya juga masih lembek.

Hal semacam ini tentunya bisa merusak jalannya demokrasi. Untuk itu dirinya menekankan pentingnya pengawasan dalam proses pilkada. “Ini memang harus diawasi,” katanya.

Dari 264 pelaksanaan pilkada serentak, di antaranya yang diduga terjadi politik uang di daerah Banggai, Sulawesi Tengah. Bahkan, di media sosial pun beredar video kampanye politik uang oleh salah satu calon, Herwin Yatim yang dinyatakan sebagai pemenang di Banggai.

Sebagaimana video yang diunggah oleh Hardianto Djanggih di akun Facebook-nya; (https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1257309974286269&id=100000218362830. Selain itu, di media sosial Youtube juga ada dengan judul Aksi Money Politic Cabup Banggai, Herwin Yatim; https://youtu.be/lkUE5FKJDSY. (dik)

Categories: Delik

Comments

  1. Muhammad Yani Pohan
    Muhammad Yani Pohan 18 Januari, 2016, 07:31

    Pengalaman saya pada pilkada serentak yang baru lalu merasakan seluruh peserta sama sama melakukan polotik transaksional hanya saja berbeda cara. Ada paslon melakukannya melalui istilah serangan pajar dan ada melakukannya jauh hari sebelum pelaksanaan pilkada. Tapi yang pasti para paslon semuanya tdk ada yg siap kalah dan semuanya siap menang. Kalau si A yg menang dia akan mengatakan bahwa pelaksanaan pilkada sdh berjalan dgn baik tapi jika ia kalah maka akan mengatakan yg menang itu berlaku curang. Saya bisa pastikan bahwa semua paslon berlaku curang hanya saja sering seperti kata pepatah “Semut di seberang lautan jelas kelihatan tapi keGajah di pelupuk mata taida kelihatan” Trmksh

    Reply this comment

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*