Semua Paslon Pilkada Bantul Tabrak Aturan Kampanye

Semua Paslon Pilkada Bantul Tabrak Aturan Kampanye

IndoElection.com, Gunungkidul – Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencatat, dari hasil rekapitulasi pelanggaran alat peraga dan bahan kampanye yang dibuat sejak kampanye dimulai, dipastikan seluruh pasangan calon pernah melanggar.

Tercatat 2.036 pelanggaran alat peraga dan bahan kampanye yang dilakukan empat calon kepala daerah di Gunungkidul yang terakumulasi sampai 17 September 2015 (sejak kampanye dimulai 27 Agustus 2015). Terbagi sebanyak 368 kasus untuk pelanggaran dengan alat peraga (spanduk, baliho, umbul-umbul) dan sebanyak 1.668 kasus pelanggaran dengan bahan kampanye (poster, leaflet, rontek).

“Pelanggaran alat peraga dan bahan kampanye terutama soal pemasangan tempat yang tak sesuai aturan berlaku,” ujar Juru Bicara Panwaslu Gunungkidul Budi Haryanto Jumat 18 September 2015.

Alat peraga dan bahan kampanye itu dipasang sembarangan menyalahi ketentuan Peraturan Komisi Pemilihan Umum nomor 7 tahun 2015 serta Peraturan Bupati nomor 40 tahun 2015. Seperti larangan pemasangan alat dan bahan kampanye di fasilitas public dan pemerintah seperti sekolah, tiang listrik, pohon, jembatan, hingga halte.

Budi Haryanto merinci, pelanggaran alat peraga kampanye paling tinggi dilakukan pasangan nomor urut 4 Subardi-Wahyu Putranto yang diusung koalisi partai Gerindra, PKS, PKB, dan Demokrat yakni sebanyak 256 kasus.

Sedangkan peringkat tertinggi kedua pelanggaran alat peraga dilakukan pasangan nomor urut 3 dari PDIP yakni Djangkung Sudjarwadi-Endah Bekti Kuntariningsih dengn 88 kasus pelanggaran. Untuk pasangan bekas inkumben Badingah-Immawan Wahyudi yang diusung koalisi PAN, Golkar, Nasdem, dan Hanura berada di peringkat tiga dengan pelanggaran pemasangan alat peraga sebanyak 19 kasus dan terakhir pasangan indepnden Benyamin Sudarmadi-Mustangid tercatat melakukan 5 kali pelanggaran.

Anggota Panwaslu Gunungkidul Ton Martono menuturkan, ciri pelanggaran yang dilakukan calon maupun tim suksesnya bervariasi. Misalnya pasangan Subardi-Wahyu yang diusung koalisi Gerindra, diketahui nekat memasang spanduk kampanye mereka di pagar sebuah sekolah Kecamatan Wonosari.

Sedang pasangan Badingah-Immawan dari koalisi PAN dan Djangkung Sudjarwadi-Endah dari PDIP banyak menyerbu pemasangan poster dekat tempat ibadah, pohon, tiang listrik sampai jembatan. Lalu pasangan independent Benyamin-Mustangid menyasar fasilitas publik seperti halte pemberhentian.

“Tapi pelanggaran mereka ini tak dapat diberikan sanksi berat sesuai undang-undang yang baru, hanya sanksi administratif seperti dicopot paksa,” ujarnya. Masalahnya, kata Ton, pelanggaran itu berpotensi terulang lagi. “Karena kampanye masih panjang.” (feb)

Categories: Delik

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*