Sambangi Penderita Stroke, Lucy Suapi Sudarmaji

Sambangi Penderita Stroke, Lucy Suapi Sudarmaji

IndoElection.com, Surabaya – Peringatan Hari Stroke Sedunia, Kamis (29/10/2015), terasa berbeda bagi Sudarmaji. Satu dari ribuan penderita stroke di Surabaya yang tidak mendapatkan perhatian pemerintah.

Keluarga pria 55 tahun yang sudah menderita stroke selama tujuh tahun ini tak menyangka akan kedatangan tamu istimewa. Yakni, Lucy Kurniasari, mantan Ning Suroboyo.

Ya, Kamis siang (29/10/2015), sekitar pukul 13.45, Ning Lucy datang menyambangi rumah di Jalan Kupang Gunung Jaya IX/49, Kecamatan Sawahan.

Rumah milik Siti Asiyah ini merupakan tempat Sudarmaji dan keluarganya menumpang tinggal. Dia berbaring tepat di depan teras sempit berukuran 1 x 2,5 meter yang disulap jadi tempat tidur terbuka.

“Sudah dua bulan terakhir Bapak tinggal dan tidur di sini,” ujar Sunarsih, istri Sudarmaji, kepada Lucy.

Di tempat itu juga, ibu tiga anak ini merawat sang suami dengan telaten. Mulai menyuapi makan, membersihkan badan, hingga mengganti pakaian.

“Ya seperti ini kondisinya. Kalau malam ya selalu kedinginan,” imbuhnya.

Menurut Sunarsih, dirinya terpaksa tinggal disitu, karena tak punya pilihan dan sudah tak punya apa-apa lagi. Hasil usaha jualan nasi pecel, hanya cukup untuk kebutuhan makan sehari-hari.

“Makanya Bapak juga tidak saya obatkan. Saya pasrah saja kepada Tuhan,” tukasnya, dengan mengusap air mata.

Sebelum ditampung Asiyah, Sudarmaji dan keluarganya kos disekitar rumah tetangganya dengan tarif Rp 400 ribu per bulan.

Mendengar cerita itu, Lucy yang juga Cawawali Surabaya nomor satu langsung menitikkan air mata.

Sejurus kemudian, Lucy yang datang ditemani sang suami, Agus menuju tempat pembaringan Sudarmaji. Dia lantas mengusap wajah dan memegang tangan Sudarmaji.

Mantan Anggota DPR RI itu lantas mengambil pisang yang dibawanya dan disiapkan ke mulut Sudarmaji.

“Monggo, Pak … Amit nggeh,” kata Lucy.

Setelah beberapa kali mendapat suapan itu, warga Surabaya asli Kupang Gunung Jaya ini berkata dengan suara yang tidak jelas. Dia seperti mengucapkan terima kasih. Setelah tiga menit, sebiji pisang habis disuapkan Ning Lucy ke mulut Sudarmaji.

Kepada Lucy, Sunarsih mengucapkan terima kasih atas kedatangan dan kepedulian Lucy menyambangi suaminya. Termasuk bantuan yang diberikan.

“Saya mendukung penuh Ning Lucy dan berdoa agar Njenengan jadi,” tegasnya.

Kesempatan itu juga dimanfaatkan Sunarsih curhat dan menyampaikan harapannya. Agar Pemkot Surabaya peduli terhadap warganya yang sakit dan tak punya tempat tinggal.

“Saya ini warga Surabaya lho, Ning. Tapi mengapa selama ini pemerintah tak peduli sama sekali,” tandasnya.

Mendapat curhatan seperti itu, Ning Lucy berjanji akan membantu dan berusaha agar Sudarmaji yang sudah tidak bisa apa-apa, dari keluarga miskin dan tidak punya tempat tinggal mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Fasilitas yang ada di Dinas Sosial harus dimanfaatkan. Karena tugas pemerintah adalah membantu warganya yang seperti ini (tidak mampu),” tegasnya.

Selain, sebagai sesama manusia, pasangan Cawali Rasiyo ini juga akan memberikan bantuan secara pribadi.

“Apapun Pak Sudarmaji ini adalah sesama dulur (saudara). Sehingga harus dibantu,” imbuhnya.

Bagi Lucy, penderita stroke bukan hal baru. Karena dirinya pernah ikut merawat sang mertua selama 12 tahun menderita stoke.

Untuk itu, Cawawali yang diusung Partai Demokrat dan PAN ini berpesan kepada Sunarsih, agar benar-benar telaten dalam merawat dan selalu memberikan perhatian penuh kepada sang suami yang menderita stroke. Memberi minum air putih yang cukup dan makan buah pisang dan apel.

“Pokoknya, rawatlah Bapak dengan hati. Itu akan sangat membantu beliau,” pesannya, kepada Sunarsih.

Hal terpenting lainnya, program bidang kesehatan oleh Pemkot Surabaya juga harus move on, untuk mengawal kesehatan masyarakat. Yakni, dengan lebih mengedepankan edukasi dini kepada masyarakat agar tidak sakit.

“Ingat lebih baik mencegah atau preventif, daripada mengobati,” pungkasnya. (feb)

Categories: Figur

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*