Ritual Pilkada, Sultan Meditasi Hingga Cuci Muka Di Sumur Bung Karno

Ritual Pilkada, Sultan Meditasi Hingga Cuci Muka Di Sumur Bung Karno

IndoElection.com, Bengkulu – Calon Gubernur (Cagub) Provinsi Bengkulu Sultan B Najamudin, Jum’at (4/9/2015) mengunjungi rumah pengasingan Bung Karno di Jalan Soekarno-Hata, Kelurahan Anggut Atas. Pada kesempatan tersebut, Sultan mencuci muka dengan menggunakan air sumur di rumah pengasingan Bung Karno tersebut.

Konon sumur yang dipergunakan keluarga Bung Karno dalam masa pengasingan di Bengkulu pada tahun 1938-1942 tersebut, memiliki petuah dapat mendatangkan berkah bagi orang yang pernah cuci muka ataupun berwhudu dengan menggunakan air sumur tersebut.

Sultan dalam keterangannya mengatakan, kedatangannya ke rumah pengasingan Bung Karno tersebut, merupakan kesempatan baik pada hari Jum’at yang berkah. “Saya sering kesini, kadang saya diam-diam. Yang sering ke sini malam, ini tempat yang buat saya sangat luar biasa, tempat Bung Karno berpikir bagaimana Indonesia bisa merdeka,” kata Sultan.

“Tanah yang kita injak ini mempunyai energi yang luar biasa, ini bukan syirik, ini bukan musyrik. Nah, saya berharap, seringnya saya ke sini, bisa membuat energinya menjadi terjaga dengan baik,” lanjut Sultan.

Menurut Sultan, hal yang dilakukannya tersebut merupakan bagian dari ritual dan kontemplasi, agar dirinya kedepan saat mendapatkan amanah menjadi Gubernur Bengkulu tidak akan lupa dengan sejarah. “Bahwa dulu di sini, ada orang besar yang sudah berpikir tentang Indonesia dari Bengkulu,” imbuhnya.

Oleh karena itu, katanya, sudah selayaknya sebagai generasi muda penerus bangsa, kedepan akan membuat keadaan Indonesia, khususnya Bengkulu menjadi lebih baik dengan tidak melupakan sejarah.

“Bagi saya, Indonesia titik nolnya ada dari sini. Kita harus ingat, ada sejarah yang membuat kita bisa berada di sini, kata Bung Karno Jas Merah, jangan pernah sesekali melupakan sejarah. Begitu hebatnya Karno memikirkan Indonesia,” jelasnya.

Perihal petuah atas sumur di rumah pengasingan Bung Karno tersebut, Sultan berpendapat tidak ada yang salah, karena menurutnya tuhan menciptkan sesuatu memiliki makna.

Menurut Sultan, dirinya tidak mau masuk ke hal yang syirik, tapi buatnya, semua tempat itu mengandung makna, sehingga menurutnya, tidak ada yang keliru dari apa yang dibuat Tuhan. Tuhan pasti sudah menciptkan segala sesuatunya dengan pesan Tuhan.

“Ini tempat yang tidak umum buat saya, semua tempat di Indonesia pernah, tapi di sini Bung Karno pernah lama, menghirup udara, minum air di sini, mencuci muka, sholat di sini. Buat saya itu sebuah keberkahan,” jelas Sultan.

Yang menarik, Sultan ternyata juga melakukan meditasi dengan merebahkan badan dan memejamkan mata cukup lama di kasur yang pernah menjadi tempat tidur Bung karno selama pengasingan di Bengkulu pada tahun 1934-1938. (ren)

Categories: Figur

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*