Razia Jelang Pilkada, TNI dan Polisi ‘Telanjangi’ Pemakai Atribut Tentara

Razia Jelang Pilkada, TNI dan Polisi ‘Telanjangi’ Pemakai Atribut Tentara

IndoElection.com, Sukabumi – Personel gabungan dari unsur Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0607, Kota Sukabumi dan anggota Kepolisian Resort (Polres) Sukabumi Kota, Selasa (8/9/2015) berhasil menanggalkan pakaian baju tentara dan polisi milik warga. Penanggalan paksa pakaian aparat dilakukan personel gabungan dalam serangkaian penyergapan di sejumlah ruas jalan raya Sukabumi-Cianjur.

Warga tidak bisa berkutik ketika para personil meminta agar pakaian organis TNI dan kepolisian ditanggalkan saat dipakai. Bahkan sejumlah warga sempat diberikan sanksi hukuman fisik karena tidak bisa menunjukan kartu tanda penduduk (KTP) atau kartu tanda anggota (KTA).

“Saya memakai celana TNI bukan untuk gaya-gayaan. Hanya kebetulan saya mau pulang ke Bandung enggak bawa celana lagi, sedangkan rumah berada di Palabuhanratu. Terpaksa memakai celana panjang milik kakak yang kebetulan anggota TNI,” kata salah seorang warga yang terjaring razia personil gabungan, Wisnu, Selasa (8/9/2015).

Selain penanggalan pakaian tentara, personel gabungan yang dibantu Sub Detasemen Polisi Militer (Sub Denpom) Sukabumi, Batalyon Infanteri 310 dan Arteleri Medan 13 berhasil menyita ratusan atribut tentara dan polisi. Atribut yang ditempel diratusan kendaraan roda dua dan empat di cabut paksa. Bahkan para petugas meminta agar pemilik kendaraan mencabut sendiri atribut-atribut tersebut.

“Penertiban untuk mencegah secara dini adanya penyalahgunaan atau penyimpangan berupa pemakaian atribut TNI dan kepolisian,” kata Komandan Markas Komando Distrik Militer (Dandim) 0607, Kota Sukabumi, Syaiful.

Apalagi menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kabupaten Sukabumi, kata Syaiful disinyalir warga kerap memakan baju loreng dari sejumlah kesatuan dalam aksi kampanye. Padahal dalam aturan kemiliteran, baju tersebut hanya dipergunakan personil tentara dan kepolisian yang masih aktif.

“Karena pemantauan dilapangan sampai saat ini disinyalir masih ada warga sipil memakai atribut TNI. Apalagi menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) terutama saat rangkaian kampanye mendatang disejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi. “Kami sangat mengkhawatirkan pakaian tersebut mamfaatkan oknum warga yang tidak bertanggungjawab,” katanya.

Syaiful menegaskan operasi penertiban atribut TNI bisa lebih maksimal seiring jumlah pemakaian baju dan atribut aparat keamanan meningkat. Sehingga tidak menutupkemungkinan akan lebih diintensifkan dalam skala lebih besar. “Karena pemakaian baju aparat keamanan cukup banyak, maka penertiban dalam skala besar akan lebih ditingkatkan,” katanya.

Untuk mencegah penyalagunaan dan keterlibatakan anggota TNI ikut terlibat mendukung pasangan calon kepala daerah, kata Syaiful, Makodim telah memvbentuk tim khusus (Timsus). Timsus akan melakukan pengamanan dan menindak bila aparat keamanan terlibat ikut serta mendukung pasangan calon.

“Apalagi sesuai ketentuan aparat TNI harus senantiasa netral. Bila ada dan terbukti ada keterlibatan aparat keamanan dalam Pilkada mendatang, akan ditindak tegas,” katanya. (feb)

Categories: Pernik

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*