Rasiyo Kecewa, Abror Hanya Bisa Pasrah

Rasiyo Kecewa, Abror Hanya Bisa Pasrah

IndoElection.com, Surabaya – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Jawa Timur, melarang bakal calon wali kota Rasiyo ikut mendaftar lagi dalam pemilihan kepala daerah Kota Surabaya. Ini karena bakal wakilnya, Dhimam Abror Djuraid, dinyatakan tak memenuhi syarat karena berkasnya tak lengkap.

“Saya kan berpasangan dengan Pak Dhimam. Yang bermasalah itu kan beliau (Dhimam). Seharusnya, yang tidak boleh maju lagi itu adalah Pak Dhimam, bukan saya,” kata Rasiyo, saat dihubungi, di Surabaya, Minggu (30/8/2015).

Rasiyo mengaku akan akan melaporkan keputusan KPU Kota Surabaya itu ke Partai Demokrat selaku partai pengusungnya. Dia juga akan konsultasi ke KPU Kota Surabaya untuk mempertanyakan keputusan yang menyatakan dirinya tidak diperbolehkan lagi maju.

Rasiyo berharap dirinya tetap bisa mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali kota pada perpanjangan pendaftaran 6-8 September mendatang.

“Secara pribadi saya tidak kecewa dengan keputusan KPU. Tapi, saya akan konsultasi ke KPU dulu terkait hal tersebut. Namun, jika aturannya seperti itu, ya tidak masalah. Saya akan sampaikan dulu ini ke partai karena partai pasti tidak akan tinggal diam,” katanya.

Sementara itu calon wakil wali kota Surabaya, Dhimam Abror Djuraid, mengaku pasrah dengan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya, Jawa Timur, yang tak meloloskannya menjadi peserta pemilihan kepala daerah (pilkada) Kota Surabaya.

“Saya manut keputusan KPU saja,” kata Dhimam, saat dihubungi, di Surabaya, Minggu (30/8/2015).

Saat disinggung terkait kelengkapan berkas dan keaslian surat rekomendasi dari DPP PAN, Dhimam tak mau berkomentar banyak. Dhimam mengaku sudah berusaha maksimal untuk memperbaikinya. “Jika KPU menyatakan tidak identik, itu adalah kewenangan internal partai (PAN),” katanya.

Sedangkan soal tunggakan pajak dan berkas lainnya, ketua harian KONI Jatim itu juga mengaku sudah berupaya memperbaiki dan melengkapinya.

“Pokoknya saya ikut keputusan dari KPU. Saya juga sudah berusaha memperbaiki dan melengkapi berkas-berkas yang tidak lengkap. Kalau KPU memutuskan tidak memenuhi syarat, mau bagaimana lagi. Pokoknya saya manut (ikut) apa keputusan KPU,” tandasnya.

KPU Kota Surabaya tak meloloskan pasangan Rasiyo-Dhimam Abror untuk mengikuti pilkada 9 Desember nanti. Keputusan itu diambil dalam rapat pleno penetapan peserta pilkada pada pagi tadi di kantor KPU Kota Surabaya. KPU hanya meloloskan pasangan Tri Rismaharini-Wishnu Sakti Buana. (dik)

Categories: Figur

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*