Potensi Politisasi Birokrasi oleh Petahana Kian Besar

Potensi Politisasi Birokrasi oleh Petahana Kian Besar

IndoElection.com, Jakarta – Ketua KoDe Inisiatif, Veri Junaidi menilai bahwa potensi politisasi birokrasi oleh peserta pilkada yang berasal dari petahana semakin besar. Hal itu terlihat dari jumlah petahana yang mencapai 173 calon kepala daerah.

Menurut Veri, potensi politisasi dapat berupa penggunaan fasilitas negara dan penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pemenangan. Dibuktikan olehnya dengan pengalaman yang sudah terjadi di beberapa wilayah dengan hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengharuskan pemungutan suara kembali diulang.

“Urgensinya melihat ini adalah melihat pilkada sebelumnya di Kota Pekanbaru, Kabupaten Cianjur, Provinsi Gorontalo dan yang lain-lain, pilkadanya diharuskan untuk diulang. Ditambah, pilkada serentak tahun ini, hanya satu putaran,” ujarnya saat diskusi tentang peta petahana dan potensi politisasi birokrasi di Jakarta, Kamis (10/9/2015).

Setidaknya Veri menilai terdapat lima varian posisi petahana di pilkada serentak tahun ini. Pertama, pada daerah yang kepala daerah dan wakil kepala daerah pecah kongsi, kedua, di daerah yang keduanya kembali maju dalam satu paket, ketiga, petahana yang melawan kepala daerah yang berasal dari daerah lain, keempat, petahana yang melawan pejabat negara seperti anggota dewan legislatif, dan kelima, kepala daerah yang keluarganya maju pada pilkada serentak.

“Kelimanya, mempunyai potensi yang berbeda. Tapi ada untungnya juga. Misalnya, petahana yang pecah kongsi punya saling kontrol birokrasi. Atau bisa jadi, keduanya punya kekuatan birokrasi dan tidak saling ganggu,” tambahnya.

Dari hal tersebut, maka Veri memberikan saran kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), untuk memberikan pengawasan dan perhatian yang lebih bersama dengan lembaga lainnya, seperti komisi aparatur sipil negara (KASN), KemenPAN, Kemendagri dan KPK.

“Selain itu, Bawaslu juga harus bekerja sama dengan KPU untuk mengawasi dan berani memberi sanksi tegas jika terjadi penyimpangan yang dilakukan oleh petahana,” kata Veri. (ren)

Categories: Delik

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*