Pilkada Tangsel, Panwaslu Sudah Terima 5 Pengaduan

Pilkada Tangsel, Panwaslu Sudah Terima 5 Pengaduan

IndoElection.com, Serpong – Pasca dibukanya masa kampanye pasangan calon (paslon) walikota dan wakil walikota Tangsel, Panwaslu mulai kebanjiran pengaduan dari sejumlah elemen masyarakat. Tercatat, ada lima laporan pengaduan dari sejumlah elemen masyarakat kepada lembaga pengawas Pilkada ini.

Divisi Pengawasan dan Humas Panwaslu Kota Tangsel Muhammad Acep membeberkan, selain pengaduan terkait dugaan pelanggaran. Terdapat pula pengaduan yang dilakukan oleh tim advokasi paslon Arsid-Elvier.

Namun, laporan atas nama Muswin Wiriawan dan Aslan Sikumbang ini perihal adanya baliho atau alat peraga kampanye (APK) paslon nomor urut 2 yakni Arsid-Elvier yang ditemukan dalam kondisi rusak di Bundaran Meruga Ciputat beberapa waktu lalu.

“Kalau laporan tim hukum paslon nomor urut dua ini terkait perusakan APK. Mereka melampirkan juga bukti-bukti foto-foto baliho yang kondisinya rusak,” tandas Acep.

Divisi Penindakan Panwaslu Kota Tangsel Aan Priyatna menambahkan, dari lima pengaduan yang masuk tersebut, saat ini pihaknya baru memproses tiga di antaranya.

Dua di antaranya yakni terkait dugaan pelanggaran dalam kegiatan gerak jalan di Bintaro yang menghadirkan walikota Airin Rachmi Diany. Sementara satu laporan lainnya yakni terkait pembukaan turnamen sepakbola piala walikota. “Kami baru memproses tiga laporan ini. Saksi-saksi secara bertahap sudah kami panggil. Dan pemeriksaan dilakukan secara marathon,” kata Aan.

Meski begitu, Aan belum bisa memastikan apakah sejumlah dugaan pelanggaran tersebut bisa dipastikan sebagai pelanggaran. Sebab, saat ini masih dalam tahap penyelidikan tim Panwaslu. “Masih proses penyelidikan, kita belum bisa ambil kesimpulan,” tandasnya.

Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Zaki Mubarok menilai, makin banyaknya pengaduan terkait dugaan pelanggaran paslon ke Panwalu, merupakan sebuah indikasi bahwa konstelasi politik dalam Pilkada Tangsel semakin memanas. Dia mengungkapkan, panasnya konstelasi ini akan terus meningkat ketika menjelang masa pemungutan suara dilakukan, 9 Desember mendatang.

“Inilah dinamika politik. Semakin mendekati hari H, konstelasi akan semakin panas. Manuver maupun serangan-serangan terhadap lawan politik akan semakin meningkat menjelang pemungutan suara nanti,” pungkasnya. (feb)

Categories: Delik

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*