Pilkada Purworejo, Hanya Dua Paslon Daftarkan Akun Medsos

Pilkada Purworejo, Hanya Dua Paslon Daftarkan Akun Medsos

IndoElection.com, Purworejo – Meskipun Pilkada Kabupaten Purworejo akan diikuti oleh tiga pasangan calon, namun hanya dua pasangan calon yang bisa memanfaatkan media sosial untuk kegiatan kampanye. Yakni pasangan Hamdan Azhari-Suhar dan Agus Bastian-Yuli Hastuti saja. Sedangkan pasangan Nurul Triwahyuni-Budi Sunaryo tidak diperbolehkan melakukan kegiatan kampanye di jejaring media sosial.

“Data yang kami peroleh, sampai batas akhir pendaftaran akun medsos untuk kegiatan kampanye hanya dua pasang yang mendaftarkan. Artinya yang tidak mendaftarkan berarti tidak diperbolehkan melakukan kegiatan kampanye di media sosial,” ujar Ketua Panwaslu Purworejo Gunarwan, kemarin.

Disebutkan, Panwas sudah mendapatkan tembusan formulir pendaftaran akun media sosial dari kedua pasangan calon tersebut. Gunarwan menegaskan, pihaknya telah memerintahkan jajarannya untuk intensif melakukan pengawasan terhadap keberadaan medsos para calon baik yang didaftarkan ke KPU maupun yang diindikasi liar namun dikendalikan untuk kepentingan kampanye.

“Regulasi kampanye yang tertuang dalam PKPU Nomor 7 tahun 2015 ini memang sudah mengatur soal kegiatan kampanye di jejaring media sosial. Karena ini amanat regulasi, tentu akan kami awasi secara intens. Kami tentu mengacunya pada aspek legal-formal berupa akun media sosial yang sudah didaftarkan,” katanya.

Komisioner KPU Divisi Hukum dan Pencalonan Purnomisidi membenarkan hanya dua pasangan calon yang mendaftarkan akun media sosial hingga batas akhir pada 26 September 2015 lalu.

“Kami sudah berupaya pro aktif untuk menghubungi tim penghubung dari pasangan nomer 1. Namun akhirnya dari pihak terkait tidak mendaftarkan akun medsosnya, sehingga terpaksa mereka tidak memiliki perangkat medsos dalam kampanye seperti yang dimiliki oleh dua pasangan lainnya,” kata Purnomosidi.

Sementara itu, calon wakil bupati Budi Sunaryo mengaku menyesal pihaknya tidak dapat mendaftarkan akun medsos ke KPU karena keterlambatan waktu. Padahal menurutnya, di era sekarang ini medsos cukup efektif untuk menyampaikan visi misinya kepada publik.

“Saya sudah berupaya untuk meminta kelonggaran waktu kepada KPU, namun ternyata tetap tidak bisa. Jadi saya rasa harus memaksimalkan perangkat lain agar visi misi kami dapat diketahui oleh masyarakat,” tandasnya. (feb)

Categories: Delik

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*