Pilkada Jember, Pasangan Nomor Dua Digoyang Isu Khilafah

Pilkada Jember, Pasangan Nomor Dua Digoyang Isu Khilafah

IndoElection.com, Jember – Kampanye rapat umum pasangan calon bupati dan wakil bupati Jember nomor urut satu, Sugiarto dan Moch. Dwikoryanto, Sabtu (5/12/2015), menyisakan kontroversi di media sosial.

Beberapa akun pendukung calon bupati dan wakil bupati nomor urut dua, Faida dan Abdul Muqit Arief, mengunggah foto bendera hitam yang berkibar dalam kampanye di Stadion Notohadinegoro kemarin. Sepintas dari jauh tulisan dalam bendera tersebut mirip tulisan dalam bendera hitam simbol kelompok yang menginginkan berdirinya negara Islam atau khilafah Islam.

Pembicaraan di medsos menyeakankan pasangan Sugiarto dan Dwikoryanto didukung anasir kelompok yang menginginkan berdirinya negara Islam. Beberapa akun pendukung Sugiarto dan Dwikoryanto pun membantah dan menyatakan itu bendera milik suporter sepak bola Berni (Jember Brani).

Pengamatan reporter beritajatim.com di stadion saat kampanye, memang ada dua bendera hitam yang dikibarkan massa. Namun semuanya tak terkait dengan khilafah Islamiyah.

Perdebatan di media sosial ini direaksi oleh Ketua Umum Berni Agus Rizki, Minggu (6/12/2015). Ia menyatakan, ada suporter Berni yang memang hadir dalam kampanye dan membawa bendera hitam. “Kami memang mendukung Pak Gik (Sugiarto),” katanya.

Menurut Agus, bendera hitam bukan hanya dikibarkan di stadion. “Bendera-bendera warna hitam dari Koordinator Wilayah Berni Pakem, Ambulu, Bangsal, Mayang, Berni Lintas Utara, dan lain-lain dibawa konvoi keliling kota sebagai bentuk dukungan untuk paslon nomor satu,” kata Agus.

Agus menyesalkan jika kemudian ada pihak-pihak yang mengidentikkan warna hitam itu dengan khilafah. Menurutnya, warna hitam tersebut bersejarah. “Undang Pak MZA Djalal (mantan bupati Jember) sebagai orang yang memberi warna hitam untuk warna kebesaran Berni, biar tidak ada kampanye hitam yang sudah menjurus fitnah ini,” katanya.

Menyadari jika anggota Berni adalah anak-anak muda yang sadar media sosial, Agus meminta agar tak ada yang terpancing atau bereaksi apapun terhadap tuduhan tersebut. “Pada prinsipnya, dukungan semua korwil dan anggota Berni buat paslon nomor 1 semata berpijak pada kepentingan atau kemajuan olahraga bukan agama,” kata Agus.

Justru sodokan terhadap Berni dalam kampanye membuat soliditas makin kuat. “Kami makin solid untuk dukung Pak Gik,” kata Agus.

Masalah khilafah Islamiyah (negara Islam) dan Negara Kesatuan Republik Indonesia memang menjadi salah satu isu hangat dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, kali ini.

Isu ini muncul dalam debat publik antarkandidat kepala daerah Jember beberapa waktu lalu. Saat itu, Abdul Muqit Arief, calon wakil bupati nomor urut dua, menanyakan kepada Calon bupati dan wakil bupati nomor urut satu, Sugiarto dan Moch. Dwikoryanto, soal gerakan penegakan khilafah Islam di Indonesia.

Sugiarto dan Dwi menyatakan komitmen terhadap PBNU (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945) dan kesetiaan terhadap NKRI adalah harga mati. Sementara itu Muqit menyatakan pula kesetiaan terhadap NKRI.

Isu tersebut langsung direspons media sosial. Pendukung Faida – Muqit menggulirkan isu yang mempertanyakan komitmen Sugiarto dan Dwi terhadap NKRI. Tak menunggu lama, muncul balasan dari pendukung Sugiarto dan Dwi dengan mengunggah link Hizbut Tahrir Indonesia (hizbut-tahrir.or.id) yang memberitakan kehadiran Faida sebagai pembicara diskusi di sana. HTI adalah ormas yang berideologikan negara Islam.

Sigit Budhi Setiawan, peneliti antropologi politik Sigma Indonesia, menilai, munculnya isu NKRI dan khilafah islamiyah menunjukkan betapa tegangnya proses pilkada di Jember.

“Kesetiaan terhadap NKRI itu sudah otomatis. Kalau diwacanakan berarti hanya jadi komoditas politik. Begitu juga soal khilafah. Bagaimana mau bicara soal khilafah islamiyah, kalau dua paslon tersebut sama-sama mengikuti dan mengakui proses demokrasi di bawah sistem NKRI,” kata Sigit.

Categories: Kampanye

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*