Pilkada Jember Diwarnai Selebaran Serang Cabup Sugiarto

Pilkada Jember Diwarnai Selebaran Serang Cabup Sugiarto

IndoElection.com, Jember – Pemilihan kepala daerah Jember mulai memanas dengan munculnya selebaran kampanye hitam menyerang Sugiarto, calon bupati nomor urut satu.

Selebaran tersebut ditemukan warga di Kecamatan Mayang tempo hari dan menamakan diri Warta Daulat Rakyat dengan tagline atau slogan: Aspirasi Murni Rakyat Jember Sejati.

Di salah satu sisi selebaran tertulis: ‘Kepemimpinan Korup Seperti Inikah yang akan Dilanjutkan? Fakta membuktikan bahwa di era Otoda, Pemkab Jember adalah Pemkab terkorup nomor 1, Pemkab dengan jumlah pejabat korup terbanyak, Pemkab dengan jumlah keluarga miskin terbesar se provinsi Jawa Timur’.

Di lembar yang sama terdapat foto sejumlah pejabat yang diduga korup, antara lain mantan Bupati MZA Djalal, mantan Wakil Bupati Kusen Andalas, Mantan Sekretaris Kabupaten Jember Djoewito, dan mantan Bupati Samsul Hadi Siswoyo.

Ada ajakan dalam selebaran itu: ‘Jika ingin sejahtera jangan pilih cabup korup’.

Sementara itu, di sisi lain selebaran ada foto pasangan calon bupati dan wakil bupati nomor urut dua, yakni Faida dan Abdul Muqit Arief dengan latar gambar Bung Karno. Di sana tertulis: ‘Pilihanku…Bupatinya Rakyat’ dan ‘Ora Korupsi Ora Ngapusi’, serta ‘Untuk Jember Bersih dan Bebas KKN’.

Di sana tertulis ‘Sukseskan Pilkada Jember’. Sebuah artikel singkat terpampang dengan judul provokatif: ‘Milih Cabup Korup?? akan begini terus nasib kita!’

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa Ayub Junaidi menyatakan, selebaran tersebut meresahkan. “Selebaran ini sangat provokatif dan tidak didukung data yang benar. Di sana tertulis, jangan pilih cabup koruptor. Siapa koruptor? Apa Pak Gik (sapaan akrab Sugiarto)? Wong Pak Gik tidak menyandang status (hukum) apapun,” katanya, Senin (16/11/2015).

Artikel di selebaran tersebut dihiasi ilustrasi kartun buaya dan singa berhadapan dengan mulut menganga dan seseorang berkopiah berlari ketakutan. Isi artikel di selebaran Warta Daulat Rakyat itu ringkas saja. Berikut isinya antara lain

Jember telah lama sakit dan terpuruk dalam berbagai hal. Ekonomi rakyat tak pernah membaik dari keterpurukannya. Penegak hukum tak kunjung adil dan masih tebang pilih. Praktek korupsi masih marak dan tak jelas penindakannya.

Pembangunan tidak mengutamakan kepentingan rakyat, tapi bersifat mercusuar yang amat memboroskan uang rakyat. Jember hari ini sangat tertinggal dari para tetangganya. Dalam menyongsong Pilkada 9 Desember 2015 nanti semoga dapat menjadi tonggak awal bagi perjalanan kita merubah Jember menjadi lebih sejahtera bagi rakyatnya.

Sugiarto yang berpasangan Moch. Dwikoryanto diusung koalisi enam partai, yakni PKB, Gerindra, PKS, Golkar, PPP, dan Demokrat. Sementara Faida-Muqit diusung koalisi PDIP, Nasdem, Hanura, dan PAN. (feb)

Categories: Kampanye

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*