Pilkada Gresik, Husnul Khuluq Jadi Sasaran Kampanye Hitam

Pilkada Gresik, Husnul Khuluq Jadi Sasaran Kampanye Hitam

IndoElection.com, Gresik – Menjelang delapan hari pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Gresik pada 9 Desember 2015 aroma ‘black campaign’ (kampanye hitam) mulai bermunculan. Kali ini yang menjadi sasaran tembak dalam kampanye itu adalah pasangan calon, atau paslon Husnul Khuluq-Achmad Rubaie (Berkah).

Bentuk kampanye hitam yang disebarkan ke masyarakat berupa brosur himbauan dengan isi memojokkan paslon Berkah. Ada 2 point bentuk tulisan yang ditujukan ke Cabup Gresik 2015, Husnul Khuluq. Point pertama, terkait kasus dugaan korupsi bantuan pengadaan alat peraga edukatif pada PAUD se-Kabupaten Bojonegoro senilai Rp 1,5 miliar.

Inti dari isi black campaign itu memeriksa Husnul Khuluq pada saat itu menjadi Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Bojonegoro diperiksa menjadi saksi. Tidak menutup kemungkinan kasus tersebut ada tambahan saksi dan masih ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Bojonegoro.

Di point berikutnya, Husnul Khuluq juga disebut tersandung kasus dugaan korupsi dana alokasi khusus (DAK) untuk pengadaan mebel di 163 sekolah senilai Rp 4,2 miliar. Penyidik Kejari Bojonegoro pada saat itu juga telah menghadirkan Husnul Khuluq dalam dugaan kasus korupsi tersebut. Pada akhir brosur black campaign tersebut tertulis ‘Pilih Jangan Asal, Agar Nanti Tidak Menyesal’ ‘Gresik tolak lupa’.

Menanggapi adanya brosur black campaign itu, Ketua Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslih) Kabupaten Gresik, M.Faizin menjelaskan, lembaganya akan melakukan analisa. Pasalnya, brosur itu tidak bertuan alias tidak ada yang bertanggungjawab. Sehingga, Panwaslih Gresik akan kesulitan mencari sumbernya darimana.

“Kami tetap akan mengkaji keberadaan brosur black campaign yang telah tersebar ke masyarakat. Karena itu, akan dianalisa dan dikaji dulu. Termasuk diantaranya, akan meminta keterangan dari paslon Berkah,” tuturnya saat dihubungi beritajatim.com, Selasa (1/12/2015).

Lebih lanjut M.Faizin mengatakan, selain mengkaji dan meminta keterangan. Panwaslih Gresik juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak takut melaporkan bila ada temuan yang berhubungan dengan Pilkada Gresik.

“Kami berharap masyarakat bisa membantu kami,” paparnya.

Sementara itu, secara terpisah Cabup Gresik, Husnul Khuluq saat dihubungi beritajatim.com menuturkan, yang namanya black campaign tujuannya pasti jelek dan dilakukan orang yang tidak waras.

“Terkait dengan itu, saya berharap tim Berkah tidak usah membalas dengan cara black campaign juga. Sebab, jika kekuasaan dilakukan dengan cara tidak sehat tidak ada manfaatnya bagi masyarakat,” pungkasnya. (feb)

Categories: Kampanye

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*