Pilkada Dengan Dua Calon Rawan Konflik, Mengapa?

Pilkada Dengan Dua Calon Rawan Konflik, Mengapa?

IndoElection.com, Jakarta – Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Neg­eri (Ditjen Polpum Kemendagri) terus mengantisipasi terhadap kemungkinan munculnya konflik jelang pilkada serentak Desember 2015. Daerah-daerah yang dianggap rawan kerusuhan terus dipantau.

Sekretaris Ditjen Polpum Kemendagri Budi Prasetyo menjelaskan, acara Rakornas pada 12 Novomber 2015 mendatang akan dijadikan kesempatan untuk mengingatkan semua pihak mengenai pentingnya deteksi dini, guna mencegah munculnya kerusuhan.

“Dalam Rakornas untuk persiapan pilkada itu nantinya ada penyampaikan materi dari Kepala BIN, juga Kapolri. Antisipasi kerusuhan pilkada sudah tentu menjadi salah satu materi yang akan disampaikan. Ini agar pelaksanaan pilkada berjalan aman, lancar, sukses,” ujar Budi Prasetyo kepada JPNN, Minggu (8/11).

Budi mengingatkan pernyataan yang pernah disampaikan Direktur Jenderal Polpum Kemendagri Mayor Jenderal Soedarmo.

“Pak Dirjen pernah menyampaikan bahwa di daerah yang pilkadanya hanya diikuti dua pasangan calon, itu perlu mendapat perhatian khusus,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Mayjen Soedarmi mengatakan, jika pasangan calon hanya ada dua, maka itu perlu mendapat perhatian khusus.

“Contoh pasangan yang ber­tarung hanya dua pasangan calon. Mereka akan head to head. Nah situasinya akan berbeda dengan misalnya kalau tiga pasangan calon. Tentu, pemantauan dan antisipas­inya berbeda,” ulas Soedarmo.

Dijelaskan, jika pasangan calon hanya ada dua, maka “persaingan” yang terjadi akan mengerucut. Yakni, massa pendukung lebih terkonsentrasi ke dalam dua blok.

“Jadi dua kubu saja. Kalau yang tiga pasangan calon kan tidak begitu terkonsentrasi, justru terbagi. Hal lain yang perlu diwaspadai, misalnya sudah dua calon, tapi ada perbedaan primordialisme,” ulasnya.

Soedarmo menjelaskan, faktor primordialisme berupa kebanggaan rasa kedaerahan yang tinggi ketika hanya ada dua calon, maka itu yang harus diwaspadai. “Karena ini bisa jadi permasalahan,” ujarnya. (dik)

Categories: Eksekutif

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*