Pilkada Boyolali, Banyak PNS Aktif Di Akun Medsos Timses Paslon

Pilkada Boyolali, Banyak PNS Aktif Di Akun Medsos Timses Paslon

IndoElection.com, Boyolali – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwas) Boyolali menyoroti banyaknya pegawai negeri sipil (PNS) yang aktif di akun media sosial (medsos) tim sukses pasangan calon (paslon) bupati dan wakil bupati.

Ketua Panwas Boyolali, Narko Nugroho mewanti-wanti, sesuai PKPU dan UU Pilkada, PNS tidak boleh mendukung pasangan calon manapun. PNS harus netral. Bagi yang aktif bergabung dalam akun medsos tim sukses, dapat diproses penegakan hukum Pilkada.

Larangan PNS aktif dalam akun timses cabup cawabup sama halnya dengan larangan menggelar pertemuan, ajakan, imbauan, seruan, untuk mendukung calon tertentu sesuai diatur dalam PKPU dan UU Pilkada. Narko menyatakan, pihaknya sejauh ini telah memantau aktivitas akun timses serta gerakan para PNS dalam akun-akun tersebut.

Pihaknya pun akan menelusuri kejelasan akun abdi-abdi negara tersebut. “Bila akunnya jelas, bisa kami proses penegakan hukum Pilkada. Persoalannya, saat ini juga muncul banyak sekali akun (timses) liar yang tidak terdaftar di KPU,” ujar Narko, Senin (7/9).

Berdasarkan data yang dihimpun di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali, ada enam akun milik timses dua pasangan cabup cawabup yang sudah didaftarkan. Pasangan cabup cawabup nomor urut I yang diusung PDIP, Seno Samodro-Said Hidayat, mendaftarkan tiga akun Facebook. Yakni, Relawan Pandanaran, Boyolali Tersenyum (Bendera Merah Putih), dan Pendukung Cabup-Cawabup “Seno-Said”.

Begitu juga dengan pasangan cabup cawabup nomor urut 2 yang diusung Gerindra, PKS, dan PKB, Agus Purmanto-Sugiyarto (Toto), juga mendaftarkan tiga akun yaitu Agus Purmanto, TOTO BOYOLALI di Facebook dan akun @TOTOBOYOLALI di Twitter.

Dari penelusuran, ada banyak PNS yang turut join bahkan aktif berkomentar memberikan dukungan dan memberikan like pada setiap postingan. Atas sikap tersebut, Panwas dalam waktu dekat juga akan menyebar stiker bertuliskan “Ingat, PNS adalah pelayan masyarakat bukan boneka para penguasa. Ayo awasi pemilihan bupati/walikota serentak di Jawa Tengah Tahun 2015. PNS harus netral.” (feb)

Categories: Kampanye

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*