Pilgub Kalteng, Ujang-Jawawi Ajukan Gugatan Ke Bawaslu

Pilgub Kalteng, Ujang-Jawawi Ajukan Gugatan Ke Bawaslu

IndoElection.com, Palangkaraya — Pendukung kandidat calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Tengah nomor urut 3 yang pencalonannya dibatalkan oleh KPU akan mengajukan gugatan ke Badan Pengawas Pemilu Kalimantan Tengah. Meskipun sudah melewati batas aturan yang ditetapkan, gugatan pasangan Ujang Iskandar dan Jawawi akan tetap diterima.

Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kalimantan Tengah (Kalteng), Lery Bungas, mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi akan ada gugatan dari kandidat nomor 3 yang dibatalkan tersebut. Namun, sampai berita ini diturunkan, pihak penggugat belum memasukkan berkas gugatan. “Informasi itu benar. Kami masih menunggu pihak penggugat,” kata Lerry saat ditemui di kantor Bawaslu Kalteng, Palangkaraya, Sabtu (21/11).

Sebelumnya, pasangan calon nomor urut 3 tersebut dianggap melanggar aturan pemilihan umum karena memasukkan berkas persyaratan dukungan partai politik atau B1.KWK palsu dari PPP versi Djan Faridz. Berdasarkan keputusan KPU dengan nomor surat 196, pasangan tersebut dibatalkan atau dicoret dari daftar calon.

Berdasarkan aturan Bawaslu, pengajuan gugatan dilakukan dalam jangka waktu tiga hari setelah putusan pembatalan pasangan calon dikeluarkan. Putusan tersebut dikeluarkan pada 18 November 2015. Dengan demikian, gugatan yang diajukan saat ini terlambat satu hari dari ketentuan tersebut.

“Kami akan tetap menerima gugatan tersebut untuk dikaji kembali. Soal hasilnya, nanti setelah dilakukan kajian. Hak mereka sebagai penggugat bisa digunakan dalam hal ini, dan tugas kami untuk menerimanya,” kata Lery.

Ketua KPU Kalteng Achmad Syari’i mengatakan, gugatan tersebut tidak serta-merta menghentikan penyelenggaraan pemilu. Meskipun terganggu, pihaknya masih berupaya menjalankan pemilu sesuai target pemerintah, yakni 9 Desember. “Meskipun jadwal diatur ulang dan kami harus mencetak ulang kertas suara, penyelenggaraan tetap dijalankan. Soal mereka menggugat, itu hak mereka,” ujar Achmad.

Pembatalan tersebut membuat KPU Kalteng harus mengundur jadwal pendistribusian surat suara dari 25 November ke 1 Desember. Jadwal debat pun harus diundur untuk kepentingan sosialisasi ulang KPU Kalteng kepada masyarakat soal perubahan tersebut.

Penjagaan di luar kantor KPU Kalteng diperketat. Tiga mobil water cannon dan kawat berduri disiapkan pihak Polres Palangkaraya. Jumlah personel pun ditambah dua kali lipat.

“Kami mengantisipasi adanya bentrokan massa pendukung atas adanya putusan ini. Kami perketat penjagaan dan status pun kami tingkatkan menjadi siaga satu,” kata Kepala Polres Palangkaraya Ajun Komisaris Besar Jukiman Situmorang.

Sebanyak 60 personel polisi disiapkan untuk menjaga kantor KPU dan Bawaslu. Selain itu, Jukiman menambahkan, pihaknya juga menjaga setiap pos-pos pemenangan kandidat di sekitar Kota Palangkaraya.

“Sampai saat ini belum ada pergerakan yang menuju ke ranah konflik, tetapi potensi itu ada,” kata Jukiman. (dik)

Categories: Delik

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*