Persaingan Dua Kandidat Pilkada OKU Memanas, Potensial Konflik

Persaingan Dua Kandidat Pilkada OKU Memanas, Potensial Konflik

IndoElection.com, Ogan Komering Ulu – Pilkada serentak ‎di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) bakal menjadi Rawan. Pasalnya, dalam Pilkada OKU ini hanya diikuti dua pasangan calon (paslon) yang sudah barang tentu dinamika politik di daerah ini bisa tiga kali lipat lebih besar daripada pemilu nasional (baik Pileg maupun Pilpres).

Selain itu, dua kontestan/ calon yang akan maju ke Pesta Rakyat ini, akan mempertaruhkan Jabatan-jabatan krusial dan besar. Sehingga, peluang terjadinya konflik akan lebih besar dibandingkan dengan daerah lainnya.

Dimana seperti diketahui bersama, bahwa Johan Anuar yang maju sebagai calon wakil bupati (Cawabup) mendampingi H Kuryana Aziz, akan menanggalkan statusnya sebagai wakil rakyat. Baik sebagai Ketua DPRD maupun sebagai anggota dewan.

Demikian halnya Calon Bupati (Cabup) nomor urut 2 Hj Percha Leanpuri, yang juga akan melepas statusnya sebagai senator di senayan (anggota DPD RI). Melihat faktor-faktor tersebut, tentunya setiap kandidat akan mati-matian untuk menang pada pesta rakyat lima tahunan sekali ini. Dan pasti akan mencari celah kecurangan dalam bentuk apapun untuk menang.

Belum lagi, menurut Ketua KPU OKU Naning Wijaya, terkait aturan yang selalu berubah – ubah dan jadi persoalan nasional. “PKPU ini seluruhnya lahir di tahun 2015. Nah, ini akan berdampak pada Paslon yang bisa saja menabrak aturan. Ini perlu kearifan dari kita,” ujar Naning saat Rakor dengan unsur FKPD dalam rangka Pemilihan Bupati – Wakil Bupati 2015 di ruang Bina Praja Pemkab OKU.

Meski demikian menurut Naning, sampai sejauh ini dimana tahapan sudah berjalan, disyukuri semuanya lancar dan kondusif. “Alhamdulillah, sampai hari ini KPU OKU menjadi KPU di wilayah Sumsel yang tidak digugat. Ini jadi semangat kami,” ujarnya.

Penjabat Bupati OKU, H Maulan Aklil, menginstruksikan pada jajaran pemerintahannya terkhusus kepada para Camat hingga jajaran di bawah (Kades/ Lurah), untuk mengantisipasi potensi kecurangan Pilkada yang tentunya dapat berujung konflik.

“Sekecil apapun potensinya harus segera kita antisipasi. Mulai dari Camat terus ke bawah, sampaikan dengan Kades Kades/ Lurah terkait regulasi yang disampaikan KPU tadi,” ujar Molen, sapaan akrab Maulan Aklil.

Sebab lanjut Molen, dengan perubahan – perubahan regulasi (PKPU) tersebut, hal itu bisa menjadi permasalahan di lapangan. Dan bisa jadi akan dimanfaatkan Paslon untuk menang.

“Paslon ini kan berfikir lebih baik menang curang dari pada kalah. Jadi pasti akan cari celah apapun untuk menang. Ini juga pernah saya alami,” ujar Molen sedikit menyinggung pencalonannya sebagai wakil walikota Pangkal Pinang.

Yang jelas, menghantarkan Pilkada OKU yang akan dan lancar adalah salah satu tugas pokoknya sebagai Penjabat Bupati. “Kita tetap harus sinergi, saling berkomunikasi. Sekecil apapun permasalahan, sampaikan pada pihak eksekutif, kami siap. Kawan kawan FKPD juga siap,” tandasnya.

Lebih lanjut, menghadapi dinamika Pilkada dan segala persoalannya ini, Molen berharap semua pihak dapat fleksibel. Sesuai dengan yang disampaikan KPU tadi, yakni sama sama mencari kearifan dalam mengatasi segala permasalahannya.

“Jangan tidak fleksibel. Kita arif dalam melaksanakan itu. Camat, Lurah, Kades, merekalah yang yang jadi ujung tombak,” pungkasnya.

Hadir dalam Rakor tersebut, Pj Bupati OKU, Sekda OKU, Asisten 1, Para Komisioner KPU, Ketua Panwas, Dandim 0403 OKU, Kapolres yang diwakili Kabag Ops, Kajari, Ketua Pengadilan Negeri, Kadishub, Kepala Kominfo, serta para Camat se Kabupaten OKU.

Di kesempatan itu, Komisioner KPU dari Divisi Sosialisasi Yudi Risandi, memaparkan kondisi kondisi terbaru mengenai pelaksanaan Pilkada OKU dari seluruh tahapan yang sudah dilalui dan yang akan dilaksanakan. Kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab seputar hajatan Pilkada tersebut, sembari mencari solusi pemecahan masalah. (dik)

Categories: Kampanye

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*