Perjuangan Airin Di Pilkada Tangsel Bakal Berat

Perjuangan Airin Di Pilkada Tangsel Bakal Berat

IndoElection.com, Jakarta – Sebagai pasangan petahana, Airin Rachmy Diany-Benyamin Davnie, diuntungkan. Namun pengamat memprediksi bahwa untuk memenangkan kompetisi kali ini, bukan perkara mudah.

“Saya pikir peluangnya berat. Kasus korupsi yang melibatkan keluarga besarnya akan menjadi pertimbangan masyarakat dalam menentukan pilihan,” terang Ketua Kajian Publik Nusantara (KPN), Muflihun kepada media, Rabu (23/9/2015)

Dikatakannya bahwa bayang- bayang kasus korupsi yang melibatkan Ratu Atut Chosiyah, selaku kakak iparnya dan status tersangka suaminya Tubas Chaeri Wardana dalam dugaan korupsi alat kesehatan dan pembebasan tanah di Tangerang Selatan, akan sedikit banyak mengubah persepsi masyarakat terhadap ibu dua anak ini.

Untuk mengubah persepsi atau stigma buruk terhadap sebuah perbuatan jahat tidak bisa dilakukan dengan cepat. Apalagi, jika lawan politiknya bisa melihat celah tersebut dengan baik. Artinya, kasus yang melibatkan keluarga Airin bisa dijadikan senjata oleh lawan politiknya.

Di sisi lain, Airin juga terseret dugaan korupsi alat kesehatan tahun anggaran 2012. Selaku walikota dia dinilai mengetahui ikhwal terjadinya korupsi di kasus pengadaan alat kesehatan tersebut. Bahkan bukan tidak mungkin jika ditemukan dua alat bukti, bisa menjadikan Airin tersangka.

Sementara itu, Ketua Pusat Studi Pemerintah Daerah (PSTD), Andi Suwardi mengatakan, jika berbicara peluang, calon petahana memang diuntungkan. Namun, itu tak berarti calon lain tidak memiliki peluang. Semua calon walikota dan wakil walikota Tangerang Selatan itu, memiliki peluang yang sama untuk memenangkan pilkada kali ini.

“Bila melihat itu maka beban yang dimiliki pasanan Airin ini cukup besar sehingga dia tak akan mudah untuk memenangkan pertandingan kali ini,” imbuhnya.

Dengan melihat fakta itu, maka beban politik yang ditanggung Airin cukup besar. Pertama, melemahnya dinasti Ratu Atut karena tersangkut korupsi dan kedua, munculnya kesadaran masyarakat bahwa koruptor itu adalah musuh bersama. (dik)

Categories: Kampanye

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*