Penentuan Lolos Tidaknya Rasiyo-Dhimam Abror Berlangsung Alot

Penentuan Lolos Tidaknya Rasiyo-Dhimam Abror Berlangsung Alot

IndoElection.com, Surabaya – Malam ini KPU Kota Surabaya harus bekerja ekstra keras untuk melakukan verifikasi syarat kandidat pasangan Calon pada Pilwali Surabaya.

Pasalnya Besok, Minggu (30/08/2015) KPU sudah harus menentukan sekaligus penetapan mana pasangan calon yang memenuhi syarat (MS) dan tidak memenuhi syarat (TMS).

Sejak siang tadi (29/8/2015), pertemuan di ruang rapat lantai satu Kantor KPU Kota Surabaya masih berlangsung tertutup. Ketua Komisioner Panwaslu, Wahyu Hariadi nampak di tengah ruangan bersama dua komisioner lainnya (Lily Yunis dan M.Safwan).

Sementara, beberapa Komisioner KPU Kota Surabaya terlihat hanya Nur Syamsi, di dalam ruangan. Sedangkan Robiyan Arifin (Ketua), Nurul Amalia (Komisioner), M. Gufron (Komisioner), dan Purnomo Satriyo Pringgodigdo (Komisioner), tidak nampak dalam meja rapat.

Informasi yang dihimpun, ada pembahasan cukup serius di internal Komisioner KPU. Kabarnya, terjadi perbedaan pendapat yang cukup alot terkait mekanisme penetapan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) maupun Memenuhi Syarat (MS) diantara para Komisioner tersebut.

Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan voting. Informasi sementara yang didapat, KPU sedianya kemungkinan akan menetapkan status Paslon Rasiyo-Dhimam Abror TMS. Namun, beberapa Komisioner menilai berbeda.

“Cukup rumit, karena Satu Komisioner yang bersikap Abstain dalam pembahasan itu,” ucap sumber dilingkungan KPU Kota Surabaya.

Sehingga, proses Pleno bersama Panwaslu Surabaya dimungkinkan akan molor hingga malam nanti. Jika masih alot, maka Komisioner akan menempuh jalan voting.

“Mekanisme Pleno harus tercapai kesepakatan bersama. Namun, jika memang tidak tercapai memungkinkan hal itu dilakukan. Tidak ada yang haram kok bila harus voting,” terang Nur Syamsi, Komisioner KPU Kota Surabaya, saat dikonfirmasi.

Hanya, Syamsi membantah jika terjadi pembahasan cukup alot terkait penetapan TMS terhadap berkas Paslon Rasiyo-Abror.

“Saya pikir tidak ada yang kemudian menyebabkan kami berbeda pendapat. Karena kami memegang penuh aturan, dan menjadi pijakan bagi kami untuk meneliti item administrasi. Sehingga sampai saat ini tidak ada perbedaan,” terangnya.

Pleno penetapan dikatakan Syamsi adalah kewenangan KPU. Meski ada permintaan Panwaslu Kota Surabaya gelar penelitian administrasi, diakui benar.”Namun bukan ditetapkan secara bersama-sama,” ujarnya.

Menanggapi polemic rekomendasi DPP PAN kepada pasangan calon Rasiyo – Dhimam Abror, Nur Syamsi meyakini hasil scan yang disampaikan saat pendaftaran ada surat aslinya.

“Kami meyakini itu ada aslinya, sesuai yang diberikan ke kami,” terangnya.

Namun, Nur Syamsi menambahkan, scan yang diberikan harus identik dengan aslinya. Artinya sama persis gak bisa dibedakan satu sama lainnya. Apabila yang diserahkan ke KPU Surabaya tidak identik dengan hasil scan, hal itu menyebabkan pasnagan calon dinyatakan tidak memenuhi syarat.

“Kami tidak menggugurkan, tapi aturan yang menggugurkan. Kami bekerja normatif,” tandas Nur Syamsi.

Komisioner KPU Surabaya ini menambahkan, jika pada akhirnya dari hasil penelitian mengakibatkan pasangan calon kurang dari dua atau tidak ada sama sekali, sesuai PKPU 12 tahun 2015 tentang Pencalonan Pasal 89 mengamatkan KPU Surabaya untuk membuka kembali pendaftaran.

“Pendaftaran kembali mekanismenya diatur SE (Surat Edaran) KPU RI No. 433, yakni 3 hari sosialisasi, kemudian 3 hari berikutnya pendaftaran,” jelasnya.

Pada masa pendaftaran kembali itu, pasangan calon yang sebelumnya memenuhi syarat tak usah mendaftar kembali sebagaimana perpanjangan pertama dan kedua. Namun pendaftaran itu hanya berlaku untuk parpol atau gabungan parpol. Jika pada masa pendaftaran hasilnya tetap kurang dari dua calon atau tidak ada sama sekali, maka pasal 89 ayat 3 menyatakan Pilkada Surabaya ditunda pada pilkada serentak berikutnya. (dik)

Categories: Geliat Kandidat

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*