Pendukung Ahok Klaim Kasus Sumber Waras dan Reklamasi Tak Pengaruhi Citra

Pendukung Ahok Klaim Kasus Sumber Waras dan Reklamasi Tak Pengaruhi Citra

IndoElection.com, Jakarta – Polemik pengadaan lahan Rumah Sakit Sumber Waras dan reklamasi Teluk Jakarta, ikut menyeret nama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Namun, relawan Basuki Tjahaja Purnama Mania (Batman) menilai hal itu tak mempengaruhi citra dan popularitas Ahok sebagai calon Gubernur DKI Jakarta pada Pilgub 2017.

“Kalau diukur dari survey tidak ada masalah, elektabilitas Ahok di mata masyarakat makin meningkat bukan makin menurun,” kata Sekretaris Jenderal Batman, Sulaiman Haikal, Selasa (19/4/2016).

Batman tak membuat panduan khusus bagi relawannya untuk menanggapi isu-isu yang menimpa Ahok, termasuk soal RS Sumber Waras dan reklamasi Teluk Jakarta yang banyak menyorot perhatian publik.

Haikal menilai masyarakat sekarang sudah cerdas dan kritis melihat informasi yang beredar. “Saya kira masyarakat punya kecerdasan sendiri, mereka bisa menilai berita-berita yang muncul,” ujar mantan aktivis ’98 itu.

Menurutnya kasus reklamasi Teluk Jakarta berawal dari tangkap tangan anggota DPRD DKI Jakarta, yang kemudian dikembangkan dan dikaitkan ke Gubernur Ahok. (Baca juga: Audit Investigasi BPK, Negara Rugi Rp173 M di Kasus Sumber Waras)

“Kemudian kasus Sumber Waras. Sebernarnya tidak ada masalah dari segi dokumen prosedur yang dijalankan. Saya rasa masyarakat Jakarta sudah sangat kritis. Makanya dalam beberapa survey itu citra Ahok malah meningkat dari hari ke hari,” tukasnya.

Namun, terkait dengan kasus-kasus di Jakarta yang banyak mengundang perhatian publik selama ini, Haikal mengembalikannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Terhadap isu-isu yang berkembang kembalikan saja ke KPK,” sebutnya.

Haikal juga minta pendukun Ahok untuk tetap dingin. “Saya minta tetap berhati dingin, walau pun kepala panas, hati tetap dingin, itu yang penting. Bukan cuma untuk pendukung Ahok saja, yang anti-Ahok saya rasa juga begitu,” katanya.

Menurutnya hal itu penting untuk menjaga agar demokrasi di Indonesia semakin matang. Dalam dinamika demokrasi pro dan kontra adalah sebuah kelaziman. “Perdebatan dibalas perdebatan, argumentasi dibalas argumentasi,” sebutnya.

Haikal tak mempermasalahkan jika relawannya bereaksi terhadap isu-isu yang menimpa calonnya. “Sepanjang masih argumentatif, mengemukakan alasan-alasan yang kuat, data-data, saya rasa sah-sah saja,” ujarnya.

Mantan aktivis 98 itu mengajak semua pihak untuk mengedepankan argumen-argumen berbasis data dalam menyikapi masalah. (Baca juga: Kasus Sumber Waras dan Reklamasi Tak Pengaruhi Citra Ahok)

Menurut semua pihak bertanggung jawab menjaga agar demokrasi di Indonesia harus lebih matang dari hari ke hari. “Semua pihak harus mementingkan kepentingan bangsa, mengedepankan cara-cara demokratis, karen pilkada ini adalah salah satu bagian proses demokrasi,” pungkasnya. (dik)

Categories: Figur

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*