Pemilih Pemula Dalam Pilkada Boltim Cuma 1.226 Jiwa

Pemilih Pemula Dalam Pilkada Boltim Cuma 1.226 Jiwa

IndoElection.com, Boltim – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menetapkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) sebanyak 52.718 orang, pada Selasa (1/9/2015).

Rapat pleno terbuka yang dipimpin oleh Ketua KPU Awalludin Umbola dihadiri oleh empat komisioner KPU, tiga anggota Panwas Boltim, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan perwakilan ketiga pasangan calon kepala daerah.

Data data hasil pleno menyebutkan DPS Boltim sebanyak 52.718 orang yang terdiri atas pemilih laki-laki 27.588 orang dan pemilih perempuan 25.130 orang.

Kecamatan Modayag memiliki pemilih terbanyak yakni 15.419 orang, disusul Kecamatan Nuangan 10.783 orang, Kecamatan Tutuyan 9.341 orang, kecamatan Kotabunan 9.089 orang dan kecamatan Modayag Barat 8.086 pemilih. “DPS Boltim sebanyak 52.718 dengan pemilih pemula sebanyak 1.226 orang dan pemilih penyandang disabilitas sebanyak 106 orang,” kata Komisioner KPU Divisi Data Abdul Kader Bachmid, usai rapat pleno, kemarin.

Dia menjelaskan proses pemutahiran data pemilih diawali dengan penerimaan data pemilih dari Portal KPU pada 24 Juni dilanjutkan dengan pencocokan dan penelitian oleh Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP) pada 15 Juli hingga 19 Agustus.

“Tanggal 20-26 Agustus penyusunan daftar pemilih oleh PPS dan rekapitulasi secara manual pada 27-29 Agustus. Selanjutnya rapat pleno PPK pada 30-31 Agustus,” terangnya,

Dia menjelaskan proses rapat pleno dilaksanakan di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dihadiri oleh Panwascam dan utusan pasangan calon. “Usai dipleno operator PPK dan KPU mengimput data ke Sidali (Sisitem Data Pemilih) yang menghasilkan data yang diplenokan KPU hari ini,” terangnya.

Dia mengungkapkan adanya penurunan jumlah pemilih dari DP4 yang dimuat dalam portal sebanyak 59.186 orang. Setelah disinkronisasi ditemukan nama yang masih masuk dalam TPS nol sehingga turun menjadi 56.703 orang.

“Setelah coklik terjadi penurunan karena ada pemilih yang meninggal dunia, belum cukup umur, sudah pindah domisili, penduduk tidak jelas, alih status sipil ke TNI-Polri, terganggu kejiwaan dan paling banyak pemilih ganda. Itulah jumlah DPS yang ditetapkan hari ini,” terangnya.

DPS tersebut tak beda jauh dari jumlah DPT Pilpres 2014 sebanyak 52.290. Katanya penambahan tersebut masih dalam batas kewajaran. Bahkan kedepan ada kemungkinan daftar pemilih bertambah atau berkurang. “Selanjutnya akan ditetapkan DPS dalan rakor di Propinsi. Kita akan memperbanyak data untuk diumumkan di 80 desa pada 10-19 September,” bebernya.

Dia berharap kerjasama masyarakat dalam mengecek nama dalam daftar tersebut saat diumumkan di desa. Pihaknya akan menerima masukkan dari masyarakat, panwas dan tim pemenangan terkait nama warga yang belum masuk DPS. “Proses ini diperbaikan DPS. Jika memang data yang otentik, punya identitas jelas. Kami berharap masyarakat proaktif mengecek namanya. Jangan nanti saat memilih baru sibuk,” ucapnya. (feb)

Categories: Data Pemilih

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*