Paslon Lakoy-Rawis Sah, Pilkada Minsel Dipastikan 9 Desember 2015

Paslon Lakoy-Rawis Sah, Pilkada Minsel Dipastikan 9 Desember 2015

IndoElection.com, Amurang – Pilkada Minsel dipastikan terselenggara 9 Desember 2015 bersama daerah lainnya. Ini setelah Pasangan Karel Lakoy-Freddy Rawis usungan Partai Golkar yang sempat disebut-sebut tak akan lolos, dinyatakan memenuhi syarat dan lolos oleh KPU Minsel, Jumat (11/9/2015).

Berdasarkan hasil verifikasi faktual yang diadakan KPU Minsel, syarat calon dan pencalonan Pasangan Lakoy-Rawis dinyatakan memenuhi syarat.

Ketua KPU Minsel, Dr Fanley Pangemanan dalam konferensi pers mengatakan, keputusan yang diambil komisioner diharapkan dihormati semua pihak.

“Kami menetapkan peserta Pilkada Minsel atas nama Christiany Eugenia Paruntu dan Frangky Wongkar usungan Partai Demokasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). Kemudian Karel Lakoy dan Freddy Rawis usungan Partai Golkar,” ujarnya.

Saat konferensi pers diadakan hanya dihadiri dua dari lima personel KPU Minsel. Dua personel KPU Minsel yang hadir Fanley Pangemanan dan Els Sumual. Sedang tiga komisioner yakni Lucky Kontu, Rommy Sambuaga, dan Dolvie Tutu berada di ruangan lainnya.

Herannya lagi tiga komisioner Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Minsel tak hadir dalam konferensi pers tersebut.

Acara ini dimulai pukul 18.00 wita dan hanya berlangsung sekitar 15 menit. Padahal sebelumnya sesuai jadwal dari KPU Minsel kegiatan konferensi pers akan dimulai pukul 16.00 wita.

Puluhan polisi dari Polres Minsel disiagakan menjaga kantor KPU Minsel saat sidang berlangsung. Penjagaan dipimpin Kapolres Minsel, AKBP Benny Bawensel.

Terpisah, Els Sumual, Anggota KPU Minsel Bidang Humas dan Perlengkapan mengatakan, pleno penetapan paslon dihadiri oleh semua komisioner.”Ini sudah merupakan keputusan yang matang,” tambahnya.

Dikatakan Sumual anggapan masyakarat bahwa paslon Lakoy-Rawis tak memiliki surat keputusan dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar versi Munas Bali tidaklah benar.

“Kami sudah mengecek ke pusat dan oleh ketua umum partai menyatakan mereka memang benar mengusung Karel Lakoy-Freddy Rawis,” utaranya.

Selain itu soal status tersangka yang dimiliki oleh Karey Lakoy karena kasus dugaan korupsi Kasus Gerhan di Dinas Kehutanan Minsel memang benar adanya. Tapi KPU Minsel sudah berkonsultasi dengan pengadilan negeri dan menyatakan Karel Lakoy belum ada keputusan hukum tetap sebagai terdakwa kasus tersebut.

“Sebelum melakukan penetapan ini, KPU Minsel terus berkoordinasi dengan KPU Sulawesi Utara dan KPU RI di Jakarta. Tentunya kami berlima tak mau mengambil keputusan gegabah,” utaranya.

Jika salah mengambil keputusan maka tentunya KPU Minsel harus menerima konsukuensi hukum. Tapi Sumual yakin keputusan yang sudah diambil itu tepat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Selanjutnya paslon Christiany Eugenia Paruntu-Frangky Wongkar dan Karel Lakoy-Freddy Rawis akan melakukan pencabutan nomor urut yang dilaksanakan Sabtu (12/9), di Gedung Century Amurang.

Sesudah itu akan masuk dalam tahapan kampanye. Menariknya begitu KPU Minsel menyatakan Pasangan Lakoy-Rawis lolos, pendukung CEP-FDW menyatakan senang.

Para pendukung ini serentak menyanyi lagu rohani “Bersyukur kepada Tuhan” di depan Kantor KPU Minsel.

Mereka juga tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel untuk Christiany Eugenia Paruntu dan Frangky Donny Wongkar.

Ferry Sariowan, Koordinator Pendukung Paruntu-Wongkar mengutarakan sejak awal ia sudah yakin KPU Minsel akan mengambil keputusan yang tepat.

“Sebagian masyarakat Minsel tetap menginginkan agar Pilkada dilaksanakan tahun ini,” ujarnya.

Sariowan mengatakan satu kerugian jika Pilkada ditunda sampai tahun 2017. Karena nantinya selama 2 tahun Minsel hanya dipimpin oleh seorang Pelaksana Tugas (Plt) Bupati.

Wewenang dari Plt Bupati Minsel akan sangat terbatas. “Pembangunan di Minsel tidak akan berjalan dengan baik karena wewenang dari Plt Bupati tidak penuh juga dalam menjalankan roda kepemimpinannya,” ujarnya.

Ia yakin Tetty Paruntu akan terpilih kembali karena selama memimpin Minsel, bupati wanita ini sukses melaksanakan pembangunan. “Kita bisa membedakan Minsel lima tahun lalu dan saat ini,” tandasnya.

Sebelumnya pada siang hari pendukung Paruntu-Wongkar juga menggelar aksi unjuk rasa damai di depan kantor KPU Minsel. Mereka meminta agar penyelenggara pemilu bisa melaksanakan Pilkada serentak 9 Desember 2015.

Aksi ini sempat memacetkan jalan Trans Sulawesi. Demonstrasi tersebut ikut dijaga oleh puluhan personel polisi dari Kesatuan Polres Minsel. (feb)

Categories: Penyelenggaraan

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*