Paslon Incumbent ‘Dikeroyok’ Di Acara Debat Pilkada Tomohon

Paslon Incumbent ‘Dikeroyok’ Di Acara Debat Pilkada Tomohon

IndoElection.com, Tomohon – Debat terbuka yang diselenggarakan KPU Tomohon di Aula Megfra, Sabtu (12/9) bak arena perang. Sesi tanya jawab antar pasangan calon sudah diprediksi berlangsung seru.

Para calon saling serang lewat pertanyaan, dan bertahan lewat jawaban. Di panggung debat, Incumbent Jimmy Feidie Eman dan pasangannya Syerly Sompotan jadi ‘sasaran tembak’ saingan.

Pasangan Emas ‘dikeroyok’ Johny Runtuwene-Vonny Paat (Jonru-VoP) dan Linneke Watoelangkow-Ferdinand Mono Turang (Berlian) dengan pertanyaan kritik. Sementara Jonru-VoP dan Berlian sama-sama memilih tak saling serang

Pada sesi 4 dari 5 sesi yang disiapkan KPU, Pasangan wakil walikota nomor urut 1 Vonny Paat langsung mencari titik lemah pemerintahan Eman.

Ia mengincar, tarik ulur pengusulan wakil wali kota Tomohon semasa pemerintahan Eman. Hampir 5 tahun memerintah Eman tidak memiliki wakil, padahal proses panjang sudah dilakukan menggunakan dana APBD.

VoP menilai ada pelanggaran terhadap UU, apalagi deadline untuk pengusulan sudah berakhir, hingga sampai akhir masa periode kepemimpinan tak ada wakil wali kota.

“Sesuai amanat UU Untuk memimpin pemerintah seorang kepala daerah harus didampingi wakil. Masa pemerintahan sudah akan berakhir 7 Januari, tapi belum ada wakil walikota. Padahal proses sudah berjalan sampai konsultasi kemendagri, tapi tidak ada realisasi,” kata.

Eman pun tersenyum mendapat pertanyaan tersebut. “Ini pertanyaan manis,” ujar pemilik gelar sarjana ekonomi ini disambut riuh pendukungnya.

Ia menjelaskan, sebenarnya upaya untuk mengusulkan wakil wali kota sudah dilakukan. Wakil wali kota diusulkan parpol dalam hal ini Golkar, sayangnya kata Eman di tengah jalan, Golkar menghadapi konflik dualisme kepemimpinan, sehingga langkah pengusulan pun tersendat

“Masih ada waktu, pengisian (wakil) masih boleh dilakukan,” kata Eman disambut sorakan kecewa dari pendukung Jonru-VoP.

Mono vs Eman

Pasangan wakil wali kota nomor urut 3 Ferdinand Mono Turang tak mau kalah. Pertanyaan dan pernyataan kritis soal penanganaan pemerintah kota terhadap suplai air di musim kemarau saat ini menjadi materinya.

“Air adalah kebutuhan dasar yang harus diperhatikan, Bagaimana komitmen pemerintah Tomohon memenuhi kebutuhan air dimusim kekeringan seperti saat ini?” tanya Ketua Komisi II DPRD Tomohon itu ke Walikota.

Pertanyaan itu kata Mono ia sampaikan, dilatarbelakangi kebijakan Pemko Tomohon menghapus usulan penambahan untuk PDAM sebesar Rp 1 Miliar di APBD-P 2015

“Sebagai incumbent, semoga ada klarifikasi,” kata Mono.

Diserang saingan, Walikota bukan tanpa pertahanan. Ia menyampaikan argumen untuk menjawab kritikan tersebut.

Kata Eman, harus dipahami musim kemarau saat ini dampaknya secara nasional. “Sumur saya juga kosong, saya juga mengalami krisis air,” ujarnya.

Di saat seperti ini, sebaiknya tidak mencari ‘kambing hitam’ tapi solusi, PDAM lanjut Eman sudah berupaya maksimal. Bahkan dana yang seharusnya membayar gaji pegawai PDAM dialihkan dulu untuk operasional memenuhi kebutuhan air masyarakat.

“Tentunya saya mau katakan, pemerintah kota Tomohon berupaya menyediakan fasilitas pelayanan air,” katanya.

Eman juga mengklarifikasi menyangkut penghapusan dana Rp 1 Miliar untuk PDAM di APBD-P 2015. Sebenarnya, Ia sangat menginginkan dana itu bisa diberikan ke PDAM, sayang terbentur aturan.

“Bahwa dana 1 M itu kami anulir, bukan berarti menganulir untuk pemenuhan air masyarakat,” jelasnya.

Jika saingan melontar pertanyaan kritis sifatnya menyerang, pasangan Emas menyampaikan pertanyaan ‘adem ayem’

Syerly Sompotan bertanya, meminta tanggapan Jonru-VoP dan Berlian mengenai, keberhasilan pemerintahan Jimmy Eman meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI selama dua tahun berturut-turut.

Bukannya berbuah pujian, Jonru-VoP dan Berlian menganggap Prestasi WTP hanya standar yang harus dipenuhi pemerintah.

“Kalau saya kami dipercayakan memimpin kota Tomohon, akan kami raih WTP untuk ketigakalinya. Hattrick,” ujar Ferdinand Mono Turang menjawab pertanyaan itu.

WTP kata Mono merupakan kewajiban, bukan reward. Kalau mematuhi perundang-undangan maka otomatis akan dapat WTP.

“Saya tahu dalam WTP itu ada peran dan sinergitas DPRD. WTP itu milik masyarakat Tomohon, bukan milik kelompok tertentu saja,” tegas Turang

Sementara Jonru menilai, WTP itu adalah proses tata kelola manajemen, “Itu harus dilakukan, karena memang harus seperti itu, WTP itu standart,” katanya.

“WTP itu kewajiban pemimpin. Itu bukan kepunyaan pribadi. Semua harus laksanakan, mau tak mau,” ujarnya lagi.

Jika pertanyaan ke pasangan nomor urut 2 berisi kritikan tajam, berbanding terbalik dengan pertanyaan yang diajukan Jonru-Vop ke pasangan Berlian ataupun sebaliknya, yang sifat pertanyaannya lunak.

Jonru menanyakan, apa sikap pasangan Berlian andai Jonru – VoP yang memenangkan Pilkada, apakah akan mendukung pasangan terpilih?
“Kami siap dukung,” jawab Syennie Watoelangkow.

Begitupun sebaliknya, Jonru menjawab pertanyaan dengan materi yang sama. “Itu pertanyaan kami, tentu jawaban kami sama,” kata Jonru.

Ketua KPU Beldie Tombeg mengatakan, debat terbuka para kandidat ini juga merupakan bentuk kampanye. Karena di kesempatan itu para kandidat bisa menyampaikan visi, misi dan program.
Ia menilai, debat berlangsung dengan baik, dan penuh persahabatan antar para pendukung calon.

Ada 5 sesi debat dipandu moderator Prof Charles Tankauw. Sesi pertama kandidat kepala daera diminta memaparkan visi misi. Sesi kedua dan ketiga, kandidat menjawab pertanyaan moderator sesuai tema debat yang sudah disiapkan.

Sesi ke empat, pasa kandidat akan saling bertanya dan menjawab pertanyaan yang sudah disiapkan masing-masing.

Sesi ke lima merupakan pernyataan penutup. Sesi terakhir itu dimanfaatkan kandidat untuk ajakan memilih.

Debat juga dimeriahkan dengan yel-yel para pendukung pasangan calon. Setiap sesi, moderator memberi kesempatan pendukung menyerukan atau menyanyikan yel-yel

“Ini debat pertama, masih ada dua kali lagi debat, kita akan siapkan dengan tema yang berbeda,” pungkas Tombeg. (feb)

Categories: Kampanye

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*