Panwaslu Nilai KPU Indramayu Lamban dan Kurang Responsif

Panwaslu Nilai KPU Indramayu Lamban dan Kurang Responsif

IndoElection, Indramayu – Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Indramayu dan Satpol PP Kabupaten Indramayu menertibkan ribuan atribut dan alat peraga kampanye liar di seluruh Kabupaten Indramayu, Rabu (2/9/2015). Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan alat peraga calon bupati nomor urut 1.

Berdasarkan pantauan, rute penertiban dimulai dari Jalan Suprapto dan jalan protokoler lainnya. Puluhan petugas gabungan dari Panwaslu Indramayu, Satpol PP, Polres, TNI, dan KPU terlibat dalam penertiban tersebut.

Ketua Panwaslu Indramayu Supandi menilai KPU Indramayu lamban dan kurang responsif dalam penertiban. “Kelihatan kan tadi, harus digenjot-genjot oleh polres baru bergerak,” katanya.

Selain penertiban di wilayah perkotaan, Supandi pun akan terus merekomendasikan penyisiran di kecamatan lainnya hingga tingkat desa.

“Sisir hingga bersih. Kami menghendaki semua bersih karena itu tidak sesuai dengan PKPU Nomor 7 Tahun 2015 tentang Kampanye dan Perbup Tentang K3,” katanya.

Dijelaskan bahwa KPU Indramayu memfasilitasi alat peraga kampanye tersebut dengan ketentuan pemasangan baliho paling besar ukuran 4 meter x 7 meter paling banyak 5 buah setiap pasangan calon di tingkat kabupaten.

Untuk pemasangan umbul-umbul paling besar ukuran 5 meter x 1,15 meter paling banyak 20 buah di tingkat Kecamatan.

“Untuk pemasangan spanduk paling besar ukuran 1,5 meter x 7 meter paling banyak 2 buah di tingkat desa,” ucapnya.

Komisioner KPU Indramayu Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat, Mitrahari, mengaku telah menyampaikan sosialisasi sejak dua hari lalu kepada tim sukses.

“Kami beri waktu 1 x 24 jam untuk menertibkan sendiri, ternyata belum juga,” ucapnya.

Dia pun berkilah penertiban alat peraga kampanye tersebut setelah didesak berbagai pihak. “Kami sudah rencanakan jauh-jauh hari,” katanya.

Setelah penertiban di Kecamatan Indramayu, pihaknya meminta pembersihan dilakukan di tingkat kecamatan dan desa oleh PPS, PPL, dan Satpol PP kecamatan.

“Jika tidak segera dibersihkan dan masih ditemukan, laporkan saja kepada kami,” ujarnya.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Indramayu, Bisma Panji, mengaku belum ada komunikasi dengan KPU Indramayu sejak tiga minggu terakhir. Padahal, menurut dia, KPU adalah mitra kerja Komisi A.

“Saya pikir jika komunikasi masih seperti ini, saya khawatir pilkada tidak akan berjalan baik. Padahal, KPU sudah mendapat anggaran yang besar dan masyarakat pilkada berjalan baik,” katanya. (dik)

Categories: Delik

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*