Panwas Semarang Khawatir Waktu Pencoblosan Akan Sepi, Ini Alasannya

Panwas Semarang Khawatir Waktu Pencoblosan Akan Sepi, Ini Alasannya

IndoElection.com, Semarang – Panwaslu Kabupaten Semarang khawatir tingkat kehadiran pemilih di tempat pemungutan suara (TPS) pada saat pencoblosan 9 Desember mendatang sangat rendah. Kekhawatiran ini muncul lantaran hingga memasuki masa kampanye Pilkada Kabupaten Semarang 2015 hari yang ke 40, aktivitas masing-masing calon sangat minim.

“Terus terang sampai hari ini kami hanya menerima tiga pemberitahuan kampanye. Padahal (masa) kampanye sudah dimulai sejak 27 Agustus lalu,” kata Ketua Panwaslu Kabupaten Semarang. Rinaldi, saat ditemui di kantornya Jl Nugraha III Nomor 37 Perumda Ungaran, Senin (5/10/2015).

Menurut Rinaldi, dinamika Pilkada di Kabupaten Semarang yang dinilai adem ayem oleh sebagian kalangan, bisa jadi lantaran para para calon tidak melaporkan kegiatan kampanye untuk menghindari pengawasan. Sebab, berdasarkan catatan Panwaslu, ada tiga pemberitahuan kegiatan kampanye tersebut masing-masing dari pasangan calon Mundjrin-Ngesti Nugraha (Mukti), yakni konsolidasi kader dan pengurus partai Gerindra di PIKK Tuntang dan Pentas Seni Kuda Lumping yang digelar PDIP di dusun Kunir, desa Brongkol, kecamatan Jambu.

Adapun dari pasangan calon Nurjatmiko-Mas’ud Ridwan (Jatimas) kegiatan yang dilaporkan ke Panwaslu adalah konsolidasi di RM Lembu Lemu, Tengaran.

“Padahal banyak kegiatan kampanye yang kita tahu setelah muncul di koran atau media massa. Kegiatan pertemuan ribuan tokoh agama dan santri di Jimbaran yang di dalamnya ada statement mendukung calon tertentu, saya tahunya juga dari koran,” ujar Rinaldi.

Menurut dia, saat ini ada kecenderungan para calon tidak membuat kegiatan kampanye sendiri. Mereka lebih memilih memanfaatkan kegiatan yang ada di masyarakat, yang disesuaikan dengan jadwal kampanye yang ada. Pilihan ini memunculkan banyak dugaan seperti ketidaksiapan pendanaan para calon, serta dugaan untuk menghindari pengawasan.

“Saat ini banyak calon yang datang di acara Merti Dusun, pengajian, lomba burung, wayangan. Kalau sudah begitu kita tidak bisa berbuat apa-apa. Misalnya saat ada kegiatan pengajian, di dalamnya ada statement mendukung salah satu calon, itu tidak bisa kita tindak,” ucapnya.

Rinaldi mengungkapkan, banyak kemungkinan yang menyebabkan calon enggan melaporkan kegiatan kampanye. Namun, ia menolak mengomentari adanya dugaan para calon hanya akan mengerahkan segala sumber daya pada saat mendekati hari H pencoblosan.

“Ada yang menduga akan adanya praktik money politic yang akan dilakukan secara sporadis menjelang hari H. Tapi saya menolak memberikan tanggapan atau komentar yang sifatnya dugaan-dugaan itu,” ucapnya.

Rinaldi menambahkan, kampanye Pilkada Kabupaten Semarang masih menyisakan waktu 61 hari ke depan. Pihaknya berharap para calon bupati dan wakil bupati memanfaatkan sisa waktu ini dengan sebaik-baiknya.

“Kami harapkan tim sukses jika melakuan kegiatan kampanye dalam bentuk apapun, tolong berikan pemberitahuan kepada kita. Sehingga seluruh proses pilkada dapat kami pantau,” ungkapnya. (feb)

Categories: Penyelenggaraan

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*