Panwas Purworejo Kembali Semprit Cawabup Nomor 1

Panwas Purworejo Kembali Semprit Cawabup Nomor 1

IndoElection.com, Purworejo – Panwas kembali mengingatkan bakal calon wakil bupati Budi Sunaryo karena melakukan kegiatan kampanye yang melanggar aturan. Pasangan calon bupati Nurul Triwahyuni ini disemprit Panwas setelah melakukan kegiatan kampanye di media sosial Facebook.

Peringatan tersebut diberikan Panwas setelah adanya laporan dari masyarakat yang mengadukan akun pribadi Budi Sunaryo dalam beberapa pekan terakhir melakukan kegiatan kampanye.

“Kami sudah langsung klarifikasi ke pihak terlapor dan diakuinya akun tersebut milik dan dikelola secara pribadi. Yang bersangkutan juga mengakui beberapa kali mengupload gambar maupun status dengan maksud melakukan kampanye,” ujar Ketua Panwas Gunarwan saat dimintai konfirmasi di kantornya, kemarin.

Lebih lanjut dijelaskan Gunarwan, kegiatan kampanye Budi Sunaryo dengan memanfaatkan media sosial pada situs jejaring sosial facebook tersebut merupakan salah satu bentuk pelanggaran administratif. Pasalnya, pasangan calon ini tidak berhak melakukan kegiatan kampanye di media sosial karena kewajibannya tidak dipenuhi.

Menurut Gunarwan, kampanye di media sosial itu merupakan hak peserta pemilihan dengan catatan memenuhi kewajiban dengan mendaftarkan akun media sosialnya ke KPU satu hari sebelum dimulainya masa kampanye 27 Agustus 2015 lalu.

“Sesuai yang diterima KPU, dari tiga pasang calon hanya dua pasang yang mendaftarkan akun media sosialnya untuk kegiatan kampanye. Pasangan calon nomor urut 1 hingga batas waktu terakhir 26 Agustus tidak mendaftarkan akunnya sehingga hak untuk berkampanye di media sosial itu gugur,” katanya.

Setelah diingatkan Panwas tersebut, cawabup Budi Sunaryo bisa memahaminya. Selanjutnya akun facebooknya di hadapan Panwas langsung diubah, baik itu foto profilnya, foto sampulnya, maupun status-status yang mengarah pada pesan kampanye.

Gunarwan memberikan apresiasi kepada kepada masyarakat yang bersedia melaporkan dugaan pelanggaran tersebut ke Panwas. Menurutnya, itu membuktikan bahwa partisipasi publik dalam pengawasan mulai muncul. “Prinsipnya justru sejati-sejatinya pengawas itu ya masyarakat sendiri,” katanya. (feb)

Categories: Kampanye

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*