Nisa-Syah Dicoret Dari Pilkada Mojokerto, KPU Disarankan Minta Fatwa MA

Nisa-Syah Dicoret Dari Pilkada Mojokerto, KPU Disarankan Minta Fatwa MA

IndoElection.com, Mojokerto – Kuasa hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mojokerto menyarankan agar KPU meminta fatwa Mahkamah Agung (MA) atas polemik materi putusan kasasi sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Mojokerto tahun 2015.

Secara substantif, amar putusan MA tersebut tidak bermasalah namun ada kata-kata dalam materi putusan yang bisa ditafsirkan lain.

Dalam gugatan yang diajukan petahana calon bupati dan wakil bupati (cabup-cawabup), Mustofa Kamal Pasa-Pungkasiadi (MKP-Pung), MA mengabulkan kasasi atas perkara nomor 539 K/TUN/PILKADA /2015.

Dalam amar putusannya, MA memerintahkan KPU Mojokerto membatalkan surat keputusan KPU Kabupaten Mojokerto Nomor 31/Kpts/KPU.Kab-014.329790/2015 dan Berita Acara Nomor 28/BA/VIII/2015 tanggal 24 Agustus 2015 tentang penetapan pasangan calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada Kabupaten Mojokerto 2015.

MA juga memerintahkan KPU Mojokerto menerbitkan surat keputusan dan berita acara yang baru dengan mencoret pasangan Choirun Nisa-Arifudinsyah (Nisa-Syah).

Secara substantif, amar putusan MA tersebut tidak bermasalah namun ada kata-kata dalam materi putusan yang bisa ditafsirkan lain.

Dalam amar putusan disebutkan perintah pencoretan pasangan nomor 3 Nisa-Syah. Sedangkan dalam materi SK KPU Kabupaten Mojokerto yang digugat tidak disebutkan urutan nomor pasangan calon melainkan urutan abjad A, B dan C.

Abjad A untuk pasangan MKP-Pung, B untuk pasangan independent, Misnan Gatot-Rahma Shofiana (Misof) dan C untuk Nisa-Syah.

Kuasa hukum KPU Kabupaten Mojokerto, Anam Anis mengatakan, pihaknya menyarankan agar KPU Kabupaten Mojokerto meminta fatwa MA.

“Saya sarankan KPU Mojokerto meminta fatwa ke MA terkait isi materi amar putusan agar ada kepastian,” tegasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kabupaten Mojokerto, Achmad Arif masih enggan berkomentar atas putusan kasasi tersebut. “Salinan putusannya sudah kami terima tapi kami belum rapat pleno,” jawabnya singkat.

Seperti diketahui, kubu MKP-Pung menggugat pencalonan Nisa-Syah karena dianggap menggunakan surat rekomendasi dukungan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pimpinan Djan Farid yang diduga direkayasa atau dipalsu. Pasalnya, kubu MKP-Pung juga memiliki rekomendasi dari DPP PPP kubu Djan Farid.(dik)

Categories: Delik

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*