Musim Hujan, KPU Semarang Jaga Ketat Surat Suara

Musim Hujan, KPU Semarang Jaga Ketat Surat Suara

IndoElection.com, Semarang – Ajang pemilihan kepala daerah yang digelar serentak di Indonesia tinggal menghitung hari. Termasuk di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Petugas KPU setempat pun mulai memusatkan perhatian untuk menjamin keamanan distribusi logistik ke sejumlah wilayah.

Langkah tersebut meliputi antisipasi terhadap potensi berbagai ancaman yang dapat mengganggu kelancaran proses pilkada, hingga antisipasi keamanan yang diakibatkan oleh faktor cuaca.

Ketua KPU Kabupaten Semarang, Guntur Suhawan mengatakan, setelah proses pengepakan dan penyegelan logistik untuk pilkada selesai, KPU mulai menyiapkan langkah pengamanan logistik selama proses distribusi.

Saat ini proses pengepakan dan penyegelan logistik untuk tiap-tiap TPS sudah berlangsung dan diperkirakan akan rampung pada Rabu (2/12/2015). Pada Jumat (4/12/2015) diharapkan seluruh logistik Pilkada sudah bergeser ke masing-masing kecamatan.

Demi kepentingan itu, KPU telah berkoordinasi dengan Polres Semarang untuk menyiapkan petugas pengawal proses distribusi logistik hingga ke tingkat TPS.

Untuk beberapa wilayah terpencil, KPU bahkan telah mengalokasikan biaya tambahan, baik untuk transportasi maupun pengamanan.

“Khusus untuk TPS di Dusun Borangan, Sapen, dan Kedunglatik di wilayah Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus yang tidak memiliki akses darat langsung dari pusat kecamatan, akan dikirim melalui wilayah Kota Semarang,” kata Guntur.

Selain itu, selama tahapan distribusi logistik ini, di wilayah Kabupaten Semarang juga sudah sering turun hujan. KPU pun melakukan antispasi dengan meningkatkan kualitas packing surat suara.

“Memang tidak ada dalam aturan, tetapi kami menimbang karena cuaca musim hujan langkah preventif pun harus ditempuh. Setelah dihitung, dikemas, seluruh logistik termasuk surat suara bakal dilapisi plastik rangkap sebagai pengaman tambahan,” kata Guntur.

Guntur mengakui, selama dua kali menjadi Ketua KPU Kabupaten Semarang, pengepakan surat suara dilengkapi bungkus plastik tersebut baru pertama kali dilakukan.

“Kalau untuk logistik selain surat suara, pada Pileg dan Pilpres kemarin kita sudah lapisi dengan plastik,” kata dia.

Pengamanan ekstra untuk surat suara selain dilakukan dengan kantong plastik, juga disertai dengan pelarangan makan, minum, atau merokok bagi petugas di dalam ruangan. Hal ini guna menghindari kemungkinan kerusakan surat suara.

“Aturan itu sudah menjadi SOP sejak proses sortir dan pelipatan surat suara. Intinya kita maksimalkan pengamanan logistik pilkada,” tegas dia. (feb)

Categories: Penyelenggaraan

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*