Muhammadiyah Inginkan Pilkada Bursel Tak Ditunda

Muhammadiyah Inginkan Pilkada Bursel Tak Ditunda

IndoElection.com, Bursel – Perhelatan Pilkada Bursel kini terancam ditunda pasca meninggalnya calon Bupati Hakim Fatsey. Namun Muhammadiyah Kabupaten Bursel tak ingin pilkada ditunda hingga tahun 2017.

Sekretaris Pengurus Ca­bang Muhammadiyah Ka­bupaten Bursel, Abdul Razak Pesilette mengaku pilkada harus tetap berlangsung 9 Desember 2015, karena aturan memberikan kesempatan ke­pala parpol pengusung mengajukan calon pengganti.

“Walaupun memang se­muanya kini tergantung par­pol pengusung, namun Pil­kada Bursel harus tetap jalan di tahun 2015 dengan demo­kratis serta menjunjung tinggi ama­nat undang-undang. Ha­ra­pan saya, pilkada jalan sesuai tahapan. Dengan be­gitu, tentu proses pemba­ngunan Bursel akan ikut berjalan dengan baik sehi­ngga kita dapat memba­ngun serta meningkatkan ekonomi masyarakat di Bursel,” jelasnya.

Menurut Pesilette, tahapan Pilkada Bursel sudah berjalan hampir 70 persen. Bahka pe­nyelenggara maupun peserta pilkada telah banyak menge­luarkan anggaran. “Jika pilkada ditunda tahun 2017, tentu masyarakat penyeleng­gara dan pemerintahan Bursel terganggu psikologisnya dalam melaksanakan tugas keseharian,” ujarnya.

Sementara itu,Sejak calon Bupati Bursel, Hakim Fatsey mangkat pekan lalu, hingga sekarang KPU setempat be­lum menerima pemberitahuan resmi dari Partai Gerindra dan PKS sebagai parpol peng­usung.

Surat pemberitahuan diper­lukan agar KPU memperoleh in­formasi resmi calon ber­hala­ngan tetap dan bisa membuka pendaftaran agar partai bisa mengusung calon pengganti.

Akibatnya, KPU Bursel didesak untuk kembali me­nyurati parpol pengusung Fatsey walaupun hingga sekarang belum ada jawaban dan surat masuk.

“Sampai saat ini KPU belum menerima surat pemberita­huan dari partai pengusung. Untuk itu, Panwaslu Bursel sudah menginstrusikan KPU agar segera menyurati kembali parpol pengusung untuk se­gera memasukan surat ter­sebut supaya tahapan selan­jutnya bisa segera ber­langsung,” jelas Komisioner Panwaslu Bursel, Jusri Lesilawang, Sabtu (19/9).

Panwaslu Bursel sendiri, kata Lesilawang hanya me­nunggu surat pemberitahuan disampaikan ke KPU dan akan mengawal semua tahapan berjalan sesuai PKPU.

“Kami belum tahu apakah ada calon pengganti ataukah tidak. Panwaslu sesuai tupo­k­sinya hanya memastikan akan mengawal tahapan pil­kada di Kabupaten Bursel berjalan sesuai dengan aturan dalam PKPU,” jelasnya

Dijelaskan, jika keterangan calon berhalangan tetap su­dah diterima, maka akan dila­kukan pembukaan pendafta­ran selama 3 hari. “Jika tidak ada calon yang diusul, maka ada perpanjangan pendafta­ran selama 10 hari. Bila kemudian tidak ada lagi calon pengganti yang diajukan, maka Panwaslu akan ber­koordinasi dengan Bawaslu Maluku untuk menetukan kapan KPU Bursel harus membuka pendaftaran kem­bali. Namun jika dalam kurun waktu yang direkomendasi­kan tidak ada calon yang diusulkan maka pilkada di Bursel akan ditunda hingga pilkada gelombang ke dua, 2017 mendatang,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, keluarga calon Bupati Bursel Hakim Fatsey yang mangkat, Selasa (15/9) mendesak Partai Gerindra dan PKS untuk se­gera mengajukan calon peng­ganti ke KPU setempat.

Berhalangan tetapnya Fat­sey, dinilai tidak berpengaruh pada menurunnya dukungan bagi pasangan pengganti.

“Keluarga almarhum ber­harap parpol koalisi dapat mengambil langkah sece­patnya untuk mengusung calon pengganti . Kami yakin sungguh basis pendukung tidak berkurang, karena basis pasangan Hakim Fatsey-Anthon Lessnusa (HIKMAT) sangat konsisten dan telah bertambah di enam keca­matan,” kata anggota Tim Pemenangan HIKMAT yang juga keluarga almarhum Ha­kim Fatsey, Alan Latuconsina.

Menurutnya, pendukung HIKMAT sangat meng­inginkan agar Pilkada Bursel tetap dilanjutkan dan berlang­sung 9 Desember 2015 men­datang, yang tentunya de­ngan pengganti almarhum Hakim Fatsey yang juga anak daerah.

“Masyarakat Bursel sangat menginginkan agar pilkada ini akan tetap berlanjut. Siapapun pengganti almarhum, yang terpenting dia adalah putera daerah yang nantinya ber­dam­pingan dengan Pak Anthon Lesnussa. Sebab, harapannya cuma satu, yakni kepemimpinan pemerintahan Kabupaten Bursel harus dikembalikan kepada anak daerah,” tandasnya.

Ia berharap agar parpol koalisi pengusung HIKMAT dapat mengabulkan harapan dimaksud dan tak mem­biarkan pendukung kecewa, lantaran dua parpol besar seperti Partai Gerindra dan PKS enggan untuk mengusung pengganti almarhum Hakim Fatsey untuk mendampingi Anthon Lesnussa.

“Jangan biarkan pendu­kung HIKMAT di enam kecamatan ini kecewa. Kami berharap secepatnya ada calon pengganti sehingga keinginan masyarakat Bursel itu terkabul,” ungkapnya.

Apalagi, kata Latuconsina, Anthon Lesnussa pun tak pernah mengurungkan niat­nya untuk tetap maju guna merealisasikan harapan mas­yarakat agar Bursel dipimpin oleh anak daerah.

Bahkan, keluarga almarhum Hakim Fatsey dan keluarga Anthon Lesnussa pun telah du­duk bersama untuk mem­bahas tentang figur yang tepat untuk menggantikan almar­hum. “Kedua keluarga telah duduk bersama membahas figur calon pengganti. Sudah ada sinyal kesitu, tetapi belum bisa disampaikan ke publik. Tetapi, jalurnya akan disam­paikan ke parpol koalisi agar dapat mengambil keputusan secepatnya,” ungkapnya.

Namun yang pasti, jelas Latu­consina, sosok peng­ganti almarhum Hakim Fatsey yang akan disodorkan ke parpol koalisi itu adalah orang dekat almarhum.

“Sudah ada sosok peng­ganti yang sudah dibicara­kan, tetapi belum bisa dipublikasi. Jadi, nanti, disampaikan ke partai koalisi dulu, namun yang pasti sosok penggan­tinya adalah orang dekat almarhum Pak Hakim Fatsey,” jelasnya. (feb)

Categories: Publik

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*