Mobil Aktivis Pemantau Pilkada Kediri Dipecah, Ini Kata Polisi

Mobil Aktivis Pemantau Pilkada Kediri Dipecah, Ini Kata Polisi

IndoElection.com, Kediri – Kasus teror pecah kaca yang menimpa mobil milik Taufik Dwi Kusuma, aktivis pemantau pilkada Kabupaten Kediri, masih buntu. Hingga 10 hari pasca kejadian, belum ada titik terang pelakunya.

“Saya belum mendapatkan perkembangannya. Makanya saya juga heran, padahal barang bukti batu sudah ada, sehingga identifikasinya lebih mudah,” ungkap Taufik DK kepada Surya, Minggu (11/10/2015).

Taufik juga menyesalkan adanya pihak-pihak yang hanya berkomentar serta meremehkan kasus yang menimpanya. Padahal teror pecah kaca patut diduga berkaitan dengan gugatan pilkada di PN Kabupaten Kediri.

“Dugaan kami kejadian itu ada kaitannya dengan gugatan ormas Menuju Kediri Lebih Baik (MKLB) ke pengadilan dan laporan saya pribadi ke Polres Kediri,” tambahnya.

Taufik bersama Ahmad Mustain Syafei dan Bambang Soemaji telah melaporkan salah satu calon bupati ke Polres Kediri. Sedangkan gugatan MKLB di PN Kabupaten Kediri berkaitan dengan keabsahan ijasah salah satu pasangan calon bupati.

Diakui Taufik, pihaknya memang bersuara keras terkait pelaksanaan Pilkada Kabupaten Kediri. Namun tindakannya untuk melakukan kontrol.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Kediri AKP M Aldy Sulaeman terkait perkembangan kasus pecah kaca mobil aktivis pemantau pilkada mengaku sudah memeriksa saksi-saksi.

Hanya saja di TKP pelemparan kaca tidak ada saksi lain yang mengetahui kejadian. Meski begitu pihaknya terus melakukan penyelidikan. Sedangkan korban telah diilakukan upaya pengamanan.

Diberitakan sebelumnya, mobil nopol AG 705 DW warna coklat milik Taufik DK dilempar pria tak dikenal sehingga kaca bagian depan pecah, Jumat (2/10/2015).

Pelaku beraksi seorang diri naik sepeda motor jenis matic. Pelaku tiba-tiba melemparkan batu ke arah kaca mobil sedan yang dikendarai korban. Pecahan kaca itu sempat melukai tangan Taufik. Kasus ini masih ditangani Polres Kediri. (ren)

Categories: Penyelenggaraan

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*