Mengenal Indonesia Melalui Koleksi Bernilai Sejarah di 3 Museum di Jakarta Ini

Mengenal Indonesia Melalui Koleksi Bernilai Sejarah di 3 Museum di Jakarta Ini

Sebagai Kota Metropolitan, Jakarta merupakan kawasan yang sangat riuh dan padat. Namun, berkunjung ke kota ini tidak pernah terasa membosankan. Ada banyak hal menarik yang terlalu sayang untuk dilewatkan. Salah satu objek wisata yang bisa dikunjungi di Jakarta adalah museum yang menyimpan berbagai koleksi sejarah bernilai tinggi. Jika Anda ingin menjelajahi masa lampau di kota yang bernuansa modern ini, sempatkan diri sejenak untuk berkunjung ke 3 museum berikut.

Museum Bahari

Di dalam museum yang terletak di Jl. Pasar Ikan No. 1 Sunda Kelapa, Jakarta Utara ini, Anda bisa menemukan beragam koleksi yang merekam aktivitas bahari dan nelayan dari Sabang hingga Merauke. Beberapa di antaranya adalah perahu-perahu tradisional, seperti Lancang Kuning dari Riau, Perahu Phinisi Bugis dari Sulawesi Selatan, dan Jukung Karere dari Irian.

Ada pula lebih dari 100 miniatur kapal modern, aneka peralatan yang menunjang aktivitas pelayaran seperti alat navigasi, teropong, jangkar, dan mercusuar, bahkan koleksi biota laut dan data-data ikan di perairan Indonesia di museum ini.

Setelah direnovasi, bangunan ini resmi menjadi Museum Bahari pada 7 Juli 1977. Anda bisa berkunjung ke tempat ini setiap hari pada 09.00 – 15.00 WIB, kecuali pada Senin. Dengan berkunjung ke museum ini, pengunjung bisa mempelajari situasi kemaritiman Indonesia dan dunia secara lebih mendalam.

Museum Wayang

Museum Wayang diresmikan pada 13 Agustus 1975. Bangunan yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara 27 dan tidak jauh dari Taman Fatahillah ini awalnya bernama De Oude Hollandsche Kerk atau Dutch Old Church.

Di dalam Museum Wayang, terdapat berbagai jenis wayang dari seluruh Indonesia. Tidak kurang dari 4.000 jenis wayang, mulai dari wayang kulit, wayang janur, wayang golek, wayang rumput, wayang beber, dan sebagainya, bisa ditemukan di dalam museum ini. Ada pula Wayang Revolusi yang diilhami oleh perjuangan para pahlawan selama revolusi kemerdekaan RI.

Untuk mengunjungi museum yang berdiri di area seluas 900 meter persegi ini, Anda hanya perlu membayar tiket masuk Rp5.000 per orang. Anda bisa berkunjung pada hari Selasa–Minggu pukul 08.00 – 17.00 WIB. Bagi yang senang menonton pagelaran wayang, Anda bisa berkunjung pada minggu ke-2 dan ke-3 setiap bulan.

Museum Tekstil

Museum yang berdiri pada 28 Juni 1976 ini dibangun pada masa kepemimpinan Ali Sadikin sebagai gubernur di Jakarta. Salah satu tujuannya adalah untuk melestarikan dan meneliti tekstil di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh pemahaman tentang tekstil yang semakin menurun pada era 1970-an.

Untuk itu, Himpunan Wastraprema (Masyarakat Pecinta Tekstil) menyumbang 500 jenis tekstil untuk menjadi koleksi dasar museum ini. Saat ini, ada sekitar 2.350 jenis koleksi tekstil yang berasal dari Sabang dan Merauke di tempat ini. Semuanya memiliki corak, tekstur, dan pewarnaan yang berbeda-beda.

Selain bisa melihat berbagai koleksi tekstil di dalam bangunan bergaya kolonial ini, Anda juga bisa mengikuti pelatihan membatik hanya dengan membayar Rp40.000 per orang. Museum Tekstil yang terletak di Jl. K.S. Tubun/Petamburan No.4 Tanah Abang, Jakarta Barat ini dibuka untuk umum pada Selasa – Minggu mulai pukul 09.00 WIB hingga 15.00 WIB. Harga tiket per orang Rp5.000 saja.

Jika Anda tertarik untuk melihat-lihat koleksi bersejarah yang tersimpan di 3 museum ini, berlibur ke Jakarta tampaknya ide yang cukup baik. Untuk urusan akomodasi, jangan khawatir, Anda bisa memesan hotel di Jakarta melalui website Airy Rooms, sebuah jaringan hotel terbesar di Indonesia.

Soal kenyamanan, jangan ditanya lagi. Ada 7 fasilitas unggulan yang tersedia, yaitu shower air hangat yang dilengkapi dengan perlengkapan mandi, tempat tidur bersih, AC, TV layar datar, beserta air minum dan WiFi gratis.  Selamat menjelajahi sejarah di Jakarta ya. (adv)

Categories: Advertorial

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*