Mengapa Ahok Belakangan Kerap Bilang ‘Jangan Pilih Saya’?

Mengapa Ahok Belakangan Kerap Bilang ‘Jangan Pilih Saya’?

IndoElection.com, Jakarta – Pada beberapa kesempatan, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kerap menyelipkan pesan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017 saat menyampaikan sambutan.

Contohnya saat menyampaikan sambutan pada soft launching pembangunan tujuh tower Rusun Daan Mogot, Jakarta Barat dan pada acara Bazaar Art Jakarta 2016, beberapa waktu lalu. Ahok meminta warga untuk tak memilihnya pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

“Bapak Ibu harus pilih siapa? Pilih yang lebih baik, lebih cerdas, dan lebih jujur dari saya. Kalau ada yang seperti itu, Bapak Ibu jangan pilih saya, nanti rugi,” kata Ahok.

Menurut Ahok, jika memilih pemimpin yang lebih baik dari dirinya, nantinya warga Jakarta akan mendapat pemimpin terbaik dari yang terbaik.

Hal itu pula yang membuat Ahok mendorong para kepala daerah atau birokrat berpengalaman maju pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Sebab, pemerintahan Jakarta menjadi etalase pemerintahan provinsi lainnya di Indonesia.

“Kalau Bapak Ibu enggak suka sama saya, enggak usah demo. Lebih baik, enggak usah pilih saya nanti tanggal 15 Februari 2017 (saat pemungutan suara),” kata Ahok.

Ia juga meminta warga untuk tak mempercayai jika ada pejabat meminta memilih Ahok pada Pilkada DKI Jakarta 2017.

Dia meyakini siapapun gubernur yang akan menggantikannya akan melanjutkan sistem yang telah dibangun. Sebab, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, yang disebut Ahok masih menjabat gubernur, juga akan mengawasi pemerintahan baru DKI Jakarta.

“Kalau Bapak Ibu pilih saya lagi, saya jamin tambah menderita lima tahun. Karena pasti saya akan lebih menekan lagi untuk tidak nyolong anggaran dan tarik uang tunai,” kata Ahok berkelakar.

Kalangan pengamat menilai hal tersebut dilakukan Ahok sebagai strategi untuk menarik simpati pemilih. Apalagi lawan politik Ahok selama ini berusaha menyerang dengan memanfaatkan sikap arogan dan ambisinya yang besar dalam mempertahankan kekuasaan. Jadi, dengan strategi ‘jangan pilih saya’ diharapkan bisa mematahkan kesan arogan dan ambisius tersebut.

Pada kesempatan berbeda, Ahok membantah ajakan untuk tak memilih dirinya pada Pilkada DKI Jakarta 2017 merupakan strategi agar warga memilihnya. Ahok menyebut hal ini merupakan edukasi bagi warga.

“Politisi yang baik, parpol yang baik, tugasnya mengedukasi masyarakat untuk memilih pemimpin yang benar. Saya dari dulu berpolitik, konsisten mengedukasi masyarakat,” kata Ahok.

Satu bagian penting untuk diedukasi kepada warga adalah memilih pemimpin terbaik dari yang terbaik. Sehingga ia berjanji tak akan berkampanye hitam maupun merendahkan calon gubernur lainnya.

Saat ini, Ahok juga akan maju pada Pilkada DKI Jakarta 2017. Sudah ada tiga partai politik yang mendukungnya, yakni Partai Nasdem, Hanura, dan Golkar.

“Saya enggak pernah jelek-jelekin orang kalau berkampanye. Saya sudah katakan, kalau ada (calon gubernur) yang lebih baik dari saya, jangan pilih saya. Dari dulu saya konsisten,” kata Ahok.

Benarkah demikian? Kalau memang begitu mengapa Ahon tidak konsisten dalam soal pilihan jalur independen dan soal cuti kampanye Pilkada? (dik)

Categories: Geliat Kandidat

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*