Laporkan Kampanye Hitam Di Pilgub Bengkulu, Tim RM Tolak Mediasi

Laporkan Kampanye Hitam Di Pilgub Bengkulu, Tim RM Tolak Mediasi

IndoElection.com, Bengkulu – Tim Kampanye pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu, Ridwan Mukti dan Rohidin Mersyah dilaporkan menolak untuk dimediasi oleh Dewan Pers atas laporan kampanye hitam (Black Campaign) yang mereka sampaikan.

Kepala Sekretariat Dewan Pers, Syariful, Kamis (29/10/2015) di Jakarta, membenarkan telah dilakukannya sidang oleh Kelompok Kerja Pengaduan Dewan Pers atas laporan dari salah satu Calon Gubernur Bengkulu terhadap 2 media mingguan yang ada di Bengkulu.

“Pokja pengaduan menerima laporan dari Bengkulu, kasus tentang pilkada, Rabu (28/10/2015) lalu, memang cuma ada 1 sidang. Ada dari media dan pemohon yang melaporkan,” ujarnya.

Disebutkan, dalam sidang tersebut di Sekretariat Dewan Pers di Jakarta, Rabu (28/10/2015), Dewan Pers menawarkan untuk memediasi pihak Tim Ridwan Mukti sebagai Pelapor dan pihak Koran Suara Hukum dan Koran Bengkulu sebagai Terlapor, namun hal tersebut gagal.

Namun, pihak Tim RM menolak untuk dimediasi dan dikonfrontir dengan pihak Koran Suara Hukum dan Koran Bengkulu, serta menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada pleno Dewan Pers.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, salah satu tokoh masyarakat Bengkulu, Harmen Khamarsyah yang ikut menyaksikan sidang tersebut menerangkan, bahwa dari hasil sidang tersebut sejatinya terlihat tidak ditemukan hal yang disangkakan oleh Tim RM sebagai Pelapor.

“Saya hanya peduli terhadap Pilkada Bengkulu, mewakili masyarakat Bengkulu, ingin menyaksikan dari dekat, apa yang terjadi di sidang Dewan Pers antara pihak yang diadukan, Koran Bengkulu dan Koran Suara Hukum. Dan yang saya lihat, bahwa statemen Wakil Ketua Dewan Pers Leo Batubara, itu di dalam berita Koran Bengkulu dan Suara Hukum, tidak ditemukan yang disangkakan. Tidak ada berita bohong, fitnah atau kampanye hitam,” terangnya.

Oleh karena itu, katanya, setelah ini ia berharap, jangan ada masyarakat menilai, ada pihak yang mencoba mendzolimi salah satu calon gubernur. “Itu otentik sekali, saya menyaksikan dengan mata kepala saya sendiri, tidak ada berita bohong, fitnah dan kampanye hitam. Karena kita ingin Bengkulu, secara bersama, pilkada ini yang sportif yang berkompetisi secara terhormat,” katanya. (dik)

Categories: Kampanye

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*