Kubu Risma Tuding Panwaslu Lebay

Kubu Risma Tuding Panwaslu Lebay

IndoElection.com, Surabaya – Tim pemenangan pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini-Whisnu Sakti Buana menilai Panitia Pengawas Pemilu Kota Surabaya diskriminatif. Ancaman yang diberikan untuk membubarkan kuliah umum Risma di kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya yang sejatinya digelar hari ini Kamis 3 Desember 2015 juga dianggap berlebihan.

“Lebay,” kata juru bicara tim pemenangan Risma-Whisnu, Didik Prasetiyono.

Menurut Didik, panwas telah mengintimidasi panitia acara kuliah umum karena acara itu belum terjadi dan belum ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh pasangan yang diusung oleh PDIP itu. “Bahkan, pengerahan Panwascam se-Surabaya dan aparat kepolisian pada acara itu juga sangat berlebihan,” kata dia.

Padahal, pasangan lawan, yaitu Rasiyo, disebutnya sebelumnya juga pernah melakukan hal yang sama pada September lalu. Menurut Didik, saat itu Rasiyo mengerahkan guru-guru dan siswa, serta menyampaikan pidato di dalam ruangan kelas. “Jadi, dalam hal ini juga ada unsur diskriminasi,” ujarnya.

Tim pemenangan pasangan Risma-Whisnu akan meminta klarifikasi khusus kepada Panwaslu Kota Surabaya terkait perlakuan diskriminasi itu. Mereka menuntut panwas bisa bersikap netral dan profesional dalam menyikapi tindakan kedua pasangan calon.

Secara khusus tim pemenangan pasangan Risma-Whisnu menyampaikan maaf kepada penyelenggara Kuliah Umum Pendidikan Karakter di Universitas Muhammadiyah Surabaya. Adanya ancaman dari panwaslu menyebabkan tim meminta Risma tak hadir di sana. “Ancaman itu membuat kami tidak nyaman untuk hadir,” ujarnya.

Walaupun tidak hadir, lanjut Didik, Risma dan tim pemenangannya percaya bahwa kedekatan hati dengan mahasiswa dan keluarga besar UMS akan tetap terjaga dan terus terbangun ke depan. “Tentunya, pertemuan semacam ini bisa dijadwalkan ulang setelah pilkada berlangsung,” kata dia.

Sebelumnya, anggota Panwaslu Kota Surabaya dari Divisi Hukum dan Penanganan Pelanggaran, Muhammad Safwan, membenarkan mengirim pesan dan menghubungi penyelenggara kuliah umum di kampus Universitas Muhammadiyah Surabaya. Bahkan, Panwas juga berniat akan membubarkan acara tersebut apabila Risma hadir dalam acara tersebut.

“Tapi ternyata tidak hadir, karena itu memang pelanggaran,” kata Safwan kepada wartawan di lokasi. (feb)

Categories: Kampanye

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*