KPU Bengkulu Didesak Diskualifikasi Pasangan Ridwan-Rohidin

KPU Bengkulu Didesak Diskualifikasi Pasangan Ridwan-Rohidin

IndoElection.com, Bengkulu – KPU Provinsi Bengkulu didesak membatalkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah.

Pasalnya, mereka diduga telah memberi uang sebesar Rp5 juta kepada anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Singaran Pati, bernama Ahmad Ahyan yang telah dijatuhi sanksi pemberhentian tetap oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

“Ya, benar. Beberapa hari lalu kami sudah ajukan surat resmi ke KPU,” ungkap kuasa hukum pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bengkulu, Sultan B Najamudin-Mujiono, Yusril Ihza Mahendra, Senin (4/1/2016).

Surat permohonan terkait pembatalan pasangan calon Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah itu secara resmi telah disampaikan kepada Ketua KPU Provinsi Bengkulu pada 28 Desember 2015 silam.

Surat itu ditembuskan kepada Presiden RI, Menko Polhukam, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Ketua KPU, Ketua Bawaslu, Ketua DKPP, Ketua KPU Kota Bengkulu, Panwaslu Kota Bengkulu, Kapolda Bengkulu, Komandan Korem Garuda Mas Bengkulu, dan pihak terkait lainnya.

“Sesuai aturan perundang-undangan, berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap pasangan calon Ridwan Mukti-Rohidin Mersyah dapat dikenai sanksi pembatalan sebagai calon oleh KPU Provinsi dan dikenai sanksi pidana sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Yusril.

Ia pun mengaku, telah mendiskusikan persoalan putusan DKPP itu dengan Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie. Terutama, persoalan apakah putusan DKPP itu sama posisinya dengan keputusan pengadilan. Dan, DKPP sepakat bila putusan DKPP memiliki posisi sejajar dengan putusan pengadilan lainnya dan berkekuatan hukum tetap.

Sementara itu, calon gubernur Bengkulu Sultan B Najamudin mengaku menyerahkan sepenuhnya persoalan ini kepada kuasa hukumnya.

“Saya sendiri berharap persoalan ini segera ditindaklanjuti oleh KPU dan KPU Bengkulu sesuai hukum yang berlaku,” singkat Sultan. (ren)

Categories: Delik

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*