Ketika Jimmy Rimba Merasa Dijegal Di Pilwalkot Manado

Ketika Jimmy Rimba Merasa Dijegal Di Pilwalkot Manado

IndoElection.com, Manado – Calon Wali Kota Manado usungan Partai Golkar dan PAN, Jimmy Rimba Rogi menjadi perbincangan paling hangat di Sulut. Bahkan status Imba sapaan akrabnya menjadi perhatian serius Bawaslu dan KPU RI.

Menariknya lagi kekuatan politik besar ikut terlibat ‘bermain’. Kabarnya sejumlah pihak tengah melakukan lobi untuk menyelamatkan Imba.

Mantan Ketua DPD I Partai Golkar Sulut ini memang dikenal dekat dengan elit Beringin dua kubu. Bahkan, Imba dikenal dekat juga dengan sesepuh Golkar Jusuf Kalla yang merupakan Wakil Presiden Indonesia.

Kekuatan di belakang Imba ini akan bertarung dengan kekuatan besar lainnya yang hendak menghadang Imba. Lily Binti Legislator Manado dari Partai Golkar menduga ada kelompok kekuatan yang hendak menjatuhkan Imba.

Kelompok itu tak ingin Imba ikut dan memenangkan Pilwako Manado. “Ini upaya terstruktur, mirip dengan pelemahan Golkar di pusat,” ujarnya.

Dikatakan Lily, pola itu sangat kentara karena Imba dijegal saat elektabilitasnya tengah tinggi, mirip dengan yang dialami Partai Golkar dulu. Lily menyebut lembaga itu pengecut. “Kalau berani bertandinglah dengan fair,” ujar dia.

Wakil Ketua DPD 1 Partai Golkar Sulut Ruben Saerang menamakan serangan terhadap Imba “Calana Tua”. “Hal itu sudah biasa, yang tengah di atas angin selalu hendak dijatuhkan,” kata dia.

Namun serangan itu kontradiktif. Imba malah terus menguat. Hasil itu, kata dia, nampak dari hasil sejumlah survei, dimana Imba berada di posisi teratas. “Berita miring seputar Imba justru menaikkan popularitasnya,” kata dia. Ketua DPD Partai Golkar menegaskan, partainya solid mendukung Imba.

Prahara Imba justru kian menguatkan solidaritas partai. “Kami tetap di belakang Imba,” kata dia. Dibebernya, partai Golkar belum punya skenario B yang artinya belum menyiapkan pengganti Imba.

Selain di dunia nyata, dukungan buat Imba juga mengalir di dunia maya. Akun Facebook atas nama Boby Daud dibanjiri dukungan terhadap Imba.

Sejumlah Facebokers menuliskan dukungan, simpati, keprihatinan serta doa di dinding wakil Imba dalam Pilkada ini.

Seorang menulis “Doa dan Dia adalah kekuatan kami saat ini, kekompakan adalah energi kami dan Jimmy Rimba Rogi dan Boby Daud adalah harga mati dan harga diri kami.”

Seorang lagi menulis dengan idiom yang lagi ngetrend saat ini. “So pernah lei”.

Boby tergolong rajin menulis status penyemangat bagi pasangannya.

Status terbarunya menunjukkan betapa ia dan Imba berserah sepenuhnya pada Tuhan. “Tidak ada daun sehelai yang jatuh di permukaan bumi ini , tanpa ijin dan kehendakNYA, amin………….salam perdamaian”.

Boby juga sering membalas comment dari facebookers dengan kata – kata yang meneduhkan. Sejumlah orang yang kenal dekat Imba mengatakan, semenjak keluar dari penjara sifat Imba berubah kebapakan.

Ia tetap tenang meski menghadapi masalah berat. Demikian pula saat menghadapi vonis Bawaslu, ia tetap tenang. Sifat kebapakan ditunjukkannya.

Imba mengatakan, ada pihak yang tidak senang padanya. Namun ia mengampuni mereka. “Torang doakan jo pa dorang, sama deng Alkitab ajarkan,” kata dia.

Mengenai surat edaran Bawaslu, Imba enggan berkomentar. “Tanya jo pa KPU Manado,” katanya.

Informasi yang dihimpun, surat Kemenkumham memang menyebut bila masa bebas akhir Imba adalah 2014. Namun ternyata itu belum termasuk hukuman percobaan selama dua tahun.

Itu berarti Imba belum bisa dikategorikan sebagai mantan narapidana. Komisioner Panwaslu Manado Stanley Kho Walandouw mengatakan, pihaknya sudah mengantongi surat penjelasan dari kemenkumham.

Surat itu sudah diberikan ke Bawaslu. “Namun Bawaslu menyuruh untuk kembali ke KemenkumHAM untuk memperjelas isi surat itu,” kata dia.

Persatuan sopir angkot Paal Dua berjanji akan melakukan demo jika jagoannya Jimmy Rimba Rogi (Imba) dan Pasangannya Bobby Daud tidak bisa lolos ikut Pilwako Manado mendatang.

Johanis Manangka, perwakilan sopir Angkot Paal Dua mengatakan, akan tetap mendukung dan memperjuangkan Pasangan Imba dan Boby. “Kalau keputusan Imba tak lolos kami tinggal tunggu perintah panglima (Imba) untuk demo,” ujarnya Rabu, (30/9).

Dia juga mengatakan, dukungan tak hanya dari persatuan supir angkot Paal Dua. “Tak hanya supir angkot Paal Dua hampir semua sopir angkot di Manado juga memiliki keinginan dan tujuan yang sama,” katanya.

Menurutnya, sosok Imba menjadi harapan warga Manado termasuk para sopir angkot. “Kota Manado harus dipimpin oleh orang yang berani dan tegas seperti Imba,” katanya.

Dia juga mengatakan, para sopir akan merasa kecewa jika Imba tidak bisa bertarung di Pilwako tahun ini.

Dia berharap agar keputusan dan hasil akan meloloskan Imba mengikuti Pilkada. “Kami sangat berharap agar Imba bisa maju, semoga harapan kami tercapai,” katanya. (ren)

Categories: Figur

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*