Jelang Pilwalkot Surabaya, Risma-Whisnu Ziarah ke Makam Bung Karno

Jelang Pilwalkot Surabaya, Risma-Whisnu Ziarah ke Makam Bung Karno

IndoElection.com, Surabaya – Pasangan calon wali kota Risma-Whisnu akan melakukan ziarah ke Makam Bung Karno di Kota Blitar. Belum diputuskan kapan calon yang diusung PDIP ini berziarah ke leluhur Bapak Proklamator tersebut. Namun dipastikan dalam waktu dekat ini.

Semula, ziarah ke makam Bung Karno itu sedianya akan digelar 1 Oktober 2015 besok, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila.

“Ya begitu, oleh tim diagendakan ziarah ke Blitar,” kata Risma saat santai di sebuah warung di Jalan Diponegoro, Rabu (30/9/2015) sore tadi.

Selain ke Blitar, Risma bersama Whisnu juga akan berziarah ke Jombang. Belum ada informasi pasti tujuan ziarah ke Jombang. Namun dimungkinkan, mereka direncanakan berada di Makan Gus Dur.

“Kalau saya manut saja. Silakan kami menyerahkan sepenuhnya pada tim. Mau dijadwalkan kapan, saya tak masalah. Tujuan kami baik, nyekar,” kata Risma yang kini tak lagi terbebani dengan tanggung jawab tugas sebagai wali kota.

Pada hari kedua usai meletakkan jabatan, sepanjang hari kemarin masih ingin totalitas istirahat dulu. Risma juga belum akan menemui komunitas atau massa dan warga. Dia mengaku masih ingin menikmati dulu hari-hari lepas dari tugas yang sebelumnya ditangani segera.

“Saya biasa 05.30 sudah harus siap-siap ke balai kota. Kalau tak ada yang perlu ditandangani atau rapat, saya biasa klayapan ke lapangan. Sekarang saya mau nikmati sekali lagi hari bebas dari tugas dulu. Saya juga belum akan menemui warga,” kata Risma.

Saat ini setidaknya sudah ada enam undangan yang bakal ditemui Risma. Mereka adalah dari sekelompok masyarakat, tokoh, dan komunitas. Tidak saja kalangan tua, kalangan muda juga banyak yang mengundang Risma. Risma sudah menjadwalkan bersama tim.

Risma mengaku bahwa dirinya bersama Whisnu baru akan memulai jadwal rutin menemui warga dan kiomunitas mulai Sabtu besok. Meski ada undangan sebelum Sabtu sementara ditunda dulu.

Bagaimana dengan pembagian tugas kampanye dengan wakilnya, Whisnu. Risma mengaku bahwa keduanya harus berkoordinasi. Namun, Risma mengaku tidak akan membagi tugas secara mutlak untuk proses kampanye Pilwali Surabaya.

Risma mengaku akan berjalan sendiri-sendiri dan terpisah. Kecuali di saat tertentu yang mengharuskan hadir berdua, maka calon wali kota dan wakilnya peride 2015 – 2020 ini akan menjdadwalkan hadir.

“Tapi kami nanti aka lebih banyak sendiri-sendiri. Pak Whisnu menemui komunitas dan kelompok yang satu. Saya juga akan menemui komunitas dan kelompok yang lain. Begitu selama ini,” kata Risma.

Di mata Risma, dalam kampanye kali ini dirinya tak akan berteriak menawarkan program atau menunjukkan sesuatu rencana atau keberhasilannya. Namun perempuan kelahiran 1961 ini akan lebih banyak dialog. Risma menyebut, harus ada suara masyarakat yang ditemui.

“Bukan kami memaksakan program, sementara masyarakat tak bisa memanfaatkan program itu. Akan leih tepat jika kampanye saya nanti langsung ke masyarakat tanpa jualan program. Biar kami berdialog dengan warga. Bukan kami menyampaikan usulan.” Kata Risma. (feb)

Categories: Figur

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*