Jelang Pilkada, Medan Dibanjiri Uang Palsu

Jelang Pilkada, Medan Dibanjiri Uang Palsu

IndoElection.com, Medan – Jelang 19 hari pelaksanaan Pilkada Kota Medan, uang palsu nominal Rp50 ribu dan Rp100 ribu mulai beredar di kawasan Medan Barat. Disinyalir, uang tersebut dibagi-bagikan sebagai money politic.

Seorang warga di Jalan Karya Setuju, Kelurahan Karang Barombak, Medan Barat, Puput (50) menuturkan, di rumahnya membuka lapak dagangan kecil jajanan dan sejumlah kebutuhan rumah tangga.

“Saat belanja inilah saya tahu ada ditemukan uang Rp50 ribu palsu. Sedangkan belanjaan sudah diambil, tapi uang yang sama saya tidak laku. Sebagai pedagang kecil, saya bisa rugi kalau begini terus,” katanya saat hadir dalam dialog terbuka dengan calon Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution di Jalan Karya Setuju, Medan Barat, Jumat (20/11/2015).

Selain dirinya masih ada lagi beberapa pedagang sepertinya mendapatkan uang palsu. Sedangkan warga cenderung tidak bisa membedakan uang asli dan palsu.

“Kami ini tak bisa membedakan uang palsu dan uang asli. Kalau kami lihat sudah warna biru dan ada tulisan Rp50 ribu, maka sudah pastilah uang asli. Nyatanya palsu pak. Mohon bantu kami pak,” harapnya.

Dihadapan ratusan ibu-ibu, pemuda dan bapak-bapak di Kelurahan Karang Barombak, Akhyar langsung menanggapi keluhan Puput. Menjelang Pilkada Medan yang tersisa 19 hari atau pada Rabu 9 Desember 2015, ada beberapa hal yang harus diantisipasi. Salah satunya adalah peredaran uang palsu yang disinyalir digunakan untuk upaya money politic (politik uang).

“Saya hanya ingatkan, jangan sembarang menerima uang dari orang lain yang tak dikenal bila menjelang Pilkada. Karena bisa jadi bala, karena uang palsu banyak beredar jelang pilkada ini,” katanya.

Dia mengingatkan, untuk mengetahui uang palsu, sebaiknya semuanya harus bisa mengikuti anjuran dari Bank Indonesia yakni 3 D (Dilihat, Diraba, dan Diterawang). Bila sudah melihatnya seperti warna yang tak pudar, maka rabalah angka atau gambar uang biasanya sengaja dicetak agak menonjol dan terawanglah ke sumber cahaya kuat seperti matahari dan lampu.

Setelah diterawang lihatlah bagian tali pengaman dan tanda mata air apakah dalam kondisi baik atau tidak. “Inilah cara kita mendeteksi uang asli. Jadi ibu-ibu jangan asal terima saja. Cukup lihat dan raba, kalau ada kesempatan langsung terawang,” ujarnya. (dik)

Categories: Pernik

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*