Ini Peta Persaingan Pasangan Calon Pilkada Kota Manado

Ini Peta Persaingan Pasangan Calon Pilkada Kota Manado

IndoElection.com, Manado – Jika Pilkada diibaratkan dengan ajang Sepakbola Liga Champions, Kota Manado bisa disebut grup neraka.

Keempat calon yakni Harley Ai Mangindaan-Jimmy Asiku, Jimmy Rimba Rogi-Boby Daud, GS Vicky Lumentut-Mor Bastiaan dan Hanny Joost Pajouw-Gregorius Tonny Rawung punya kualitas sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota, Rabu (14/10).

Tak ada underdog. Semua punya kesempatan menang. Siapa yang menang nanti diketahui saat wasit meniup peluit akhir.

Calon yang telah menang hingga tengah babak kedua, bisa dibuat menangis oleh gol lawan di injury time.

Yang pasti, akan ada banyak drama terjadi, yang bakal jadi momen bersejarah yang akan dikenang oleh beberapa generasi warga kota Manado ke depan.

Nah, sebagai petahana, Vicky Lumentut ibaratnya menjadi tuan rumah pegelaran, hingga secara alami didukung jaring birokrasi pemerintahan yang tersebar hingga ke pelosok kota.

Vicky sendiri menolak keras keberpihakan PNS. Namun”kata hati” para PNS pastinya bersuara agar memilih Lumentut.

Hal itu sah- sah saja. “Pak Vicky telah menghargai hasil kerja kami, kesejahteraan kami diperhatikan,” kata beberapa Pala.

Sumber kekuatan lain dari Lumentut berasal dari Partai Demokrat. Diketahui, partai berlambang mercy ini merupakan pemilik Manado.

Dalam pilcaleg lalu, Demokrat jadi kampiun, hingga berhasil mendudukkan sembilan kadernya di Dewan Kota Manado. Vicky sendiri sudah membuktikan dirinya “sakti” di pusat saat ia memenangkan kursi calon wali kota Partai Demokrat.

Sudah barang tentu, bukan masalah baginya menghimpun segenap kader Demokrat Manado untuk berjuang di sisinya pada Pilwako saat ini.

Hadirnya Mor Bastiaan memudahkan tugas ini. Mor sendiri adalah sepuh Partai Demokrat Manado. Sudah tentu suaranya adalah “bertuah”. Namun andalan utama Vicky adalah programnya. Siapa warga Manado tak kenal UC atau program dana duka?

Nyaris semua warga Manado sudah pernah tersentuh dengan program Vicky. Ketika Vicky menjanjikan akan meningkatkan program itu, pastinya membuat warga penasaran.”Saya hanya andalkan program, tak andalkan duit,” kata Vicky suatu ketika.

Sementara Jimmy Rimba Rogi adalah rival berat bagi semua calon. Kekuatan Imba adalah pada sosoknya.

Harus diakui ia adalah pemimpin sejati yang mudah mencari pengikut serta menggerakkan massa.

Dari karakter itulah julukan Panglima melekat kepadanya. Lihat saja, saat Imba datang, ada saja momen dramatis. Pernah ia dihampiri seorang nenek yang menangis serta mendoakan Imba.

Ternyata, nenek itu pernah dibantu Imba pada waktu ia jadi Walikota dulu.

Figur dengan aura pemimpin seperti Imba bisa bertahan dalam kondisi sesulit apapun. Seperti yang terjadi saat ini, dimana popularitasnya terus naik justru saat tekanan kepadanya datang bertubi-tubi.

Kekuatan Imba lainnya bersumber dari warga Muslim di Manado. Boby Daud, wakil Imba adalah satu-satunya calon Muslim hingga mudah saja warga Muslim untuk menjatuhkan pilihan pada Imba. Jika 90 persen suara Muslim jatuh ke Imba, maka alamat buruk bagi calon lain.

Diketahui, populasi warga Muslim di Manado di atas 30 persen. Masih kuatnya Golkar di Manado yang pada pilcaleg lalu meraih lima kursi di Dewan bisa jadi senjata rahasia Imba.

Kader Golkar dua kubu yang “berdamai” begitu Imba datang pastinya satu suara mendukung Imba.

Pasangan Harley Mangindaan-Jimmy Asiku punya sederet syarat untuk jadi pemenang. Harley adalah pemimpin populis. Murah senyum, ramah serta berwajah ganteng, Ai bisa membuat orang jatuh cinta pada pandangan pertama.

Siapapun yang pernah dekat dengan Ai akan sulit memilih calon lain. Termasuk para PNS. Apalagi Ai adalah petahana.

Tak hanya itu keunggulan Ai. Ia bisa saja mengkudeta Demokrat dari tangan Vicky. Beberapa waktu lalu, sejumlah kader Demokrat dikabarkan mbalelo ke Ai yang didukung Gerindra.

Figur EE Mangindaan yang berdiri di belakang Ai bisa jadi magnet yang menarik Demokrat ke sisi Ai. Mangindaan. Mantan Gubernur Sulut ini adalah orang di balik jayanya Demokrat di Sulut. Ditambah dengan dukungan politik dari Partai Gerindra dan Hanura dipastikan dukungan politik ke Ai akan melimpah.

Dalam Pilcaleg lalu, Gerindra berhasil meraih suara signifikan, hingga menempatkan lima kadernya di Dewan Manado. Begitu pun dengan Hanura yang berhasil mendudukkan dua kadernya di Dewan Manado. Berpasangan dengan Jimmy Asiku, Ai bagai macan yang tumbuh sayapnya.

Keduanya punya banyak kesamaan ; mudah berbaur, spontan, apa adanya serta punya gagasan di luar kotak. Dari mereka lahir ide kreatif semisal membangun taman untuk pemuda yang dilengkapi fasilitas wifi.

Dari segi ketokohan serta gagasan, keduanya memang identik dengan kaum muda. Hal itu disadari Ai-Asiku. Mereka serius menggarap kaum muda. Gayung pun bersambut.

Banyak anak muda yang terpikat. Lihat saja rombongan anak muda yang menjadi relawan kedua pasangan ini ; kreatif dan militan.

Paslon nomor tiga, HJP Tora juga punya kans besar untuk menang dalam Pilkada nanti.

Meski Manado belum menjadi kandang banteng, namun kesuksesan PDI Perjuangan di sejumlah daerah bisa jadi mempengaruhi suasana batin warga Manado.

Apalagi Olly menargetkan PDI Perjuangan harus menang di Manado. “Harus menang di Manado, agar bisa sinergi antara pusat, provinsi dan kota,” kata dia.

Banyak tokoh besar di belakang HJP. Selain Olly, ada SHS. Mantan Gubernur Sulut ini terang – terangan mengatakan dirinya siap membantu HJP.

HJP sendiri adalah figur yang tepat untuk mewujudkan keinginan Olly menguasai Manado. Ia dikenal cerdas, merakyat serta visioner.

Dia juga didukung finansial yang kuat. Di usianya yang terbilang muda, HJP sudah banyak makan garam dengan politik.

Di dunia abu – abu itu, ia pernah mengecap kekalahan serta kemenangan. Sebagai runner up pada Pilkada lalu, HJP tentu masih punya banyak pendukung di luar mesin partai.

Dengan kematangannya berpolitik, sangat mungkin dirinya menarik kembali pendukungnya saat pilkada lalu. Termasuk para kader Golkar yang dulu menjadi pendukung militannya.

HJP yang berpasangan dengan Tora yang adalah seorang pemikir berusaha tampil beda dengan pasangan lain. Keduanya coba menunjukkan diri sebagai figur yang ramah, terbuka serta tak sulit dijumpai.

Akses terhadap keduanya dibuka lebar. “Saya ingin orang yang melihat kami menjadi damai, kami ingin membwrikan harapan pada mereka bahwa kesejahteraan serta keadilan bukan hal yang tak bisa diraih,” kata dia.

Ibarat tim Oranye era 90 an, HJP Tora ingin menampilkan permainan cantik dan bersih. Beda dengan penampilan tim umumnya kala itu yang memperagakan permainan pragmatis serta kasar.

Hal itu menuai simpati warga. Sumber  menyebut jika survei HJP terus naik.

Selain sederet keunggulan di atas, HJP pun punya faktor X. Yakni ketampanan yang dimilikinya.
Tak heran banyak pendukung militannya adalah remaja wanita serta ibu – ibu. Diketahui, jumlah pemilih wanita di Manado cukup banyak. (dik)

Categories: Kampanye

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*