Ini Penjelasan KPU Kota Manado Soal Penetapan Jimmy Rimba Rogi

Ini Penjelasan KPU Kota Manado Soal Penetapan Jimmy Rimba Rogi

IndoElection.com, Manado – Ketua KPU Manado, Eugenius Paransi mengaku dilema dalam kasus calon Wali Kota Manado, Jimmy Rimba Rogi. Di satu sisi, ada surat edaran KPU RI yang menyebut syarat bagi calon mantan narapidana adalah bebas akhir.

Namun, di sisi lain, bisa saja muncul surat lain yang mengoreksi syarat tersebut. Pihaknya menetapkan Imba dengan mengacu pada surat edaran KPU RI.

“Hal itu sangat dilematis, karena kamilah yang menetapkan Pak Imba,” kata dia  di sela-sela pleno DPT KPU Manado di Hotel Gran Puri, Jumat (2/10).

Dalam pertemuan konsultasi dengan KPU RI beberapa hari lalu, beber Paransi, pihaknya menjelaskan prosedur yang mereka pakai saat menetapkan Imba.

Pihak KPU RI tidak membantah atau mengiyakan penjelasan pihaknya. Komisioner KPU RI, sebutnya, hanya minta KPU Manado menanti rekomendasi Panwaslu. “Namun mereka memberi penguatan pada kami,” katanya.

Ditegaskan Paransi, keputusan untuk meloloskan Imba sepenuhnya mengacu pada surat edaran KPU RI.

Dikatakan Paransi, bunyi surat edaran KPU amat jelas mensyaratkan calon mantan narapidana sah jika berstatus bebas akhir.

Dalam SK KemenkumHAM, bebas akhir Imba adalah 29 Desember 2014. Pengecekan sudah dilakukan ke Lapas Sukamiskin untuk memastikan masa bebas akhir itu. “Kami hanya jalankan aturan yang berlaku, sesuai aturan Pak Imba memenuhi syarat,” kata dia.

Ia berpendapat, status Imba seharusnya tak diutak-atik. Selain sudah memenuhi syarat, masa sanggah terhadap Imba sudah lewat.

“Ada waktu bagi masyarakat untuk memberi sanggahan, selama itu tak ada yang memberi sanggahan,” ujar dia.

Namun jika Bawaslu memberi rekomendasi menggugurkan Imba, pihaknya mau tak mau harus patuh.”Sesuai aturan kita harus tindaklanjuti,” kata dia.

Paransi secara ksatria mengatakan dia siap memikul tanggung jawab, apapun keputusan yang dijatuhkan.

Ketua Panwaslu Manado, Sjane Walangare mengatakan, pihaknya masih menanti surat tertulis dari KemenkumHAM mengenai status hukum Imba.

“Rencananya mereka akan memberi surat itu pada hari Senin pekan depan, jika tidak, kami akan jemput sendiri,” kata dia. Dituturkannya, pihaknya akan segera memberi rekomendasi setibanya surat itu.

Ketua Bawaslu Sulut Herwyn Malonda mengatakan, hal yang perlu diperjelas adalah mengenai status hukum Imba.

Yang paling tahu, kata dia adalah KemnkumHAM.”Jadi kita masih tunggu surat KemenkumHAM,” kata dia.

Sumber mengatakan, opsi untuk Imba sejatinya ada dua yakni diloloskan atau dianulir.

Belakangan merebak opsi ketiga yakni dipertimbangkan kembali. “Opsi itu berarti harus dilakukan verifikasi berkas Imba kembali,” kata sumber.

Sedangkan Imba tetap tenang menghadapi kasus yang tengah menimpanya. Kamis malam sekira pukul 23.30 Wita, Imba tiba di rumahnya di Teling.

Sumber yang ada di rumah Imba tersebut mengatakan, wajah Imba terlihat cerah. Tak terlihat jika ia tengah bergumul dengan masalah. Sikapnya juga tetap seperti biasa ; ramah dan ceria.

Hanya menurut sumber, Imba agak terkejut melihat banyaknya massa yang memenuhi rumahnya.
“Ia seperti kaget dengan banyaknya warga yang datang,” kata dia.

Begitu turun dari mobil, beber sumber, Imba menyempatkan diri menyalami ratusan pendukungnya.

Beberapa pendukung Imba adalah ibu-ibu. Malam sudah larut, namun mereka masih bertahan demi melihat Imba.

Hal itu membuat Imba terharu. Sumber menuturkan, banyak pendukung Imba yang datang ke rumahnya. (dik)

 

Categories: Penyelenggaraan

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*