Ini Klarifikasi Cagub Bengkulu Terkait Black Campaign Beristri Banyak

Ini Klarifikasi Cagub Bengkulu Terkait Black Campaign Beristri Banyak

IndoElection.com, Bengkulu – Ketua Tim Pemenangan Calon Gubernur (Cagub) Bengkulu Ridwan Mukti, Heliardo, Senin (28/9/2015) pagi mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu untuk klarifikasi atas laporan mereka terhadap salah satu surat kabar mingguan yang memberitakan Ridwan Mukti (RM) sebagai sosok yang gagal membangun Kabupaten Musi Rawas selama menjadi bupati. Dalam pemberitaan di koran lokal di Provinsi Bengkulu itu, RM juga disebut beristri banyak.

“Koran mingguan ini beritanya sudah mendiskreditkan RM dengan menyebutkan RM gagal menjadi Bupati Musi Rawas dan hanya sibuk mengurusi istrinya yang banyak. Padahal itu tidak benar. Ini yang mau kami sampaikan dalam klarifikasi ini,” kata Heliardo di Sekretariat Bawaslu Provinsi Bengkulu di hadapan RMOL Bengkulu dan wartawan lainnya.

Menurutnya, praktek yang sudah dilakukan surat kabar mingguan tersebut sudah tidak berimbang dan tidak melakukan konfirmasi atas apa yang diberitakan. “Ini merupakan kampanye hitam (black campaign). Kalau buat berita itu konfirmasi dulu dengan yang diberitakan. Tanyakan apakah benar Ridwan Mukti itu beristri banyak,” ujar Heliardo dengan ketus.

Heliardo juga mengatakan, sebuah berita yang benar itu berisi konfirmasi dari pihak yang diberitakan dan memiliki data yang jelas berupa fakta, bukan tanpa bukti.

Sementara itu, kuasa hukum surat kabar mingguan tersebut, Tarmizi Gumay mengatakan, pihaknya sama sekali tidak paham dengan apa yang mesti diklarifikasi dari media kliennya itu. Karena menurutnya pemberitaan tersebut bukan kewenangan dari Bawaslu. “Kami juga bingung apa yang harus diklarifikasi ini. Kami diminta datang, ya kami datang. Tapi apa muatannya kami tidak paham,” ujar Tarmizi.

Menurutnya, tidak seharusnya berita yang dibuat media kliennya tersebut dilaporkan ke Bawaslu. Karena media kliennya itu bukan bagian dari salah satu pihak yang ikut dalam Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) tahun ini. “Kami bukan penyelenggara pemilu, bukan pula peserta pemilu. Kalau soal berita, bukan ranahnya Bawaslu. Seharusnya melapor ke Dewan Pers,” ujarnya.

Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran (HHP) Bawaslu Provinsi Bengkulu, Ediansyah Hasan atas klarifikasi Pelapor (Tim RM-red) dan Terlapor (Surat Kabar Mingguan-red) tersebut menyatakan, akan membuat surat rekomendasi atas laporan tersebut. “Kami sudah mendengarkan klarifikasi dari kedua belah pihak. Kami juga sudah melakukan kajian dan selanjutnya kami memutuskan akan membuat rekomendasi kepada Dewan Pers dan PWI Bengkulu untuk ditindaklanjuti,” ujarnya singkat. (feb)

Categories: Kampanye

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*