Hitung Cepat Pilkada Di Bali: PDIP Kuasai 5 Kabupaten, Beringin Tumbang

Hitung Cepat Pilkada Di Bali: PDIP Kuasai 5 Kabupaten, Beringin Tumbang

IndoElection.com, Denpasar – Perolehan sementara hasil perhitungan cepat di Bali mulai kelihatan. Untuk kabupaten dan yang menggelar Pilkada serentak di Bali, 5 kabupaten dikuasai kemenangannya oleh PDIP.

Ke-5 kabupaten yang dimenangkan oleh PDIP yakni Tabanan, Jembrana, Badung, Kota Denpasar dan Bangli. Sementara Partai Nasdem akhirnya berhasil memenangkan Pilkada Kabupaten Karangasem dengan perolehan suara yang sangat fantastis meningalkan lawan-lawannya. Yang paling mengejutkan adalah Golkar dimana Karangasem yang menjadi basis Golkar akhirnya tumbang. Satu-satunya kabupaten yang dimenangkan Golkar adalah Badung, namun hanya menempati posisi wakil.

Hasil perolehan sementara di 5 kabupaten dan kota di Bali tersebut berdasarkan perhitungan cepat berbasis formulir C1 yang dipegang oleh para saksi. Sekalipun baru merupakan hasil perhitungan cepat namun hal tersebut tidak mengubah perolehan suara secara signifikan bila ada margin error. Ketua DPD PDIP Bali Wayan Koster saat dikonfirmasi membenarkan hasil perolehan sementara tersebut.

Namun dirinya bersikeras tidak mempercayai hasil perhitungan cepat. “Sekalipun hasil perhitungan cepat itu PDIP menang, namun itu bukan angka yang sesungguhnya. Jadi saya tidak mau berkomentar dulu. Biarkan proses itu berjalan. Seluruh tim tetap mengawasi dan mengantisipasi agar tidak terjadi kecurangan,” ujarnya. Namun Koster rupanya puas dengan hasil yang diperolehnya karena PDIP memang telak di 5 kabupaten dan kota di Bali kecuali di Karangsem.

Berikut hasil perolehan suara sementara di 6 kabupaten dan kota di Bali.

Karangasem
Karangasem, pasangan nomor urut satu yakni I Wayan Sudirta dan Made Sumiati yang diusung oleh PDIP meraih suara 72 ribu suara. Nomor urut dua yakni I Gusti Ayu Mas Sumatri-I Wayan Arta Dipta yang diusung oleh Koalisi Karangasem Hebat (KKH) yang terdiri dari Nasdem, Hanura, PKPI, dan Demokrat berhasil merai suara tertinggi yakni 95 ribu suara.

Sementara di urutan terakhir diraih oleh Made Sukerana-Komang Kisid dari Golkar yakni hanya meraih 65 ribu suara. Sementara Kabupaten Badung kemenangan diraih oleh pasangan dari PDIP yakni Nyoman Giri Prasta-Ketut Suiasa dengan perolehan suara mencapai 60,31%. Sementara lawannya yakni Made Sudiana-Nyoman Sutrisno hanya meraih 39,86%.

Jembrana
Untuk Kabupaten Jemberana PDIP mampu meraih 61%, sementara lawannya hanya mencapai 39%. Kota Denpasar menjadi basis PDIP dengan kemenangan paling telak yakni sebanyak 62 persen. Calonya yakni IB Rai Darwan Wijaya Mantra-IGN Jaya Negara. Sementara sisanya suara dibagi untuk dua paket lainnya yakni Made Arjaya-AA Ayu Rai Sunasri dan paket lainya dari Gerindra dan Hanura.

Tabanan
Untuk Kabupaten Tabanan, putri mantan Bupati Tabanan Nyoman Adi Wiryatama yakni Eka Wiryastuti menang telak sebanyak 68% dan sisanya dikantongi lawannya Wayan Sarjana yang sebelumnya merupakan Sekretaris DPC Tabanan. Untuk Kabupaten Bangli calon asal PDIP petahana Made Gianyar dengan mudah menaklukan paket dari Golkar dan Demokrat yakni Ida Bagus Brahmaputera-Ketut Ridet. Made Gianyar meraih 52 persen suara dan sisanya diraih oleh Brahmaputera-Ridet.

Berdasarkan hasil perhitungan suara sementara, Rabu (9/12) malam, Eka Jaya (Eka Wiryastuti-Sanjaya) masih unggul atas pasangan Wayan Sarjana-IB Astawa Merta alias Jana Amerta (diusung Gerindra-NasDem-Hanura dengan didukung Demokrat), berkat aksi sapu bersih di seluruh 10 kecamatan.

Hingga tadi malam, Eka Jaya meraup 169.946 suara atau 60 persen, sementara Jana Amerta ybaru kantongi 94.623 suara atau sekitar 40 persen. Kemenangan ini juga ditandai sukses Cabup Eka Wiryastuti kuasai TPS tempatnya nyoblos. Didampingi suami, Bambang Aditya, Eka Wiryastuti nyoblos di TPS VII Banjar Tegeh, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Rabu pagi sekitar pukul 10.30 Wita.

Di TPS 7 Banjar Tegeh ini, Eka Jaya meraih 458 suara, sementara Jana Amerta hanya kebagian 1 suara. Sebaliknya, Cabup Wayan Sarjana membawa Jana Amerta ungguli di TPS 7 Banjar Pacung, Desa/Kecamatan Baturiti. Nyoblos bersama istri, Rabu pagi pukul 07.30 Wita, Jana Amerta mendominasi 406 suara di TPS ini. Sedangkan Eka Jaya hanya kebagian 24 suara.
Demikian pula Cawabup IKG Sanjaya membawa Eka Jaya menang telak di TPS 5 Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, dengan raihan 441 suara. Di sini, Jana Amerta hanya kebagian 3 suara. Sebaliknya, Cawabup Astawa Merta membawa Jana Amerta unggul di TPS 1 Banjar Wanasari Kelod, Desa Wanasari, Kecamatan Tabanan dengan 335 suara. Di sini, Eka Jaya kebagian 136 suara.

Secara keseluruhan, Eka Jaya buat sementara unggul di semua 10 kecamatan yang ada di Tabanan, yakni Kecamatan Baturiti, Kecamatan Penebel, Kecamatan Pupuan, Kecamatan Kerambitan, Kecamatan Selemadeg, Kecamatan Selemadeg Timur, Kecamatan Selemadeg Barat, Kecamatan Tabanan, Kecamatan Marga, dan Kecamatan Kediri.

Eka Wiryastuti mensyukuri keunggulannya. Menurut dia, tak ada pesta atau ucap syukur berlebihan. “Pertama, saya bersyukur ya. Sembahyang di rumah, itu saja,” jelas Eka Wiryastuti. Terkait persentase kemenangan, Eka Wiryastuti tak mau berkomentar. “Intinya kita mensyukuri kemenangan ini,” cetus Srikandi PDIP pengukir sejarah sebagai Bupati Wanita Pertama di Bali ketika terpilih melalui Pilkada Tabanan 2010 ini.

Sedangkan Ketua DPC PDIP Tabanan yang Cawabup Tabanan, IKG Sanjaya, juga syukuri keunggulan Eka Jaya atas Jana Amerta, walau tidak berhasil sesuai target yang dipasang yakni 70 persen ke atas. “Perkiraan kami kemarin, pasang target 70 persen dengan menggabungkan suara PDIP (55 persen) dan Golkar (15 persen) hasil Pileg 2014. Kalau secara suara PDIP, kami meningkat 10 persen. Hitung-hitungan kami, walau belum valid, Eka Jaya unggul 65 persen,” kata Sanjaya seraya menyebut, dalam analisanya, Golkar belum maksimal dongkrak suara Eka Jaya.

Sementara itu, Cabup Wayan Sarjana mengatakan raihan suara hasil Pilkada Tabanan 2015 masih kejar-kejaran. Namun, buat sementara pihaknya mengakui Eka Jaya masih unggul tipis atas Jana Amerta. “Yah, Eka Jaya masih unggul tipis buat sementara. Tapi, ini belum final. Data masih terus masuk,” tandas mantan anggota Fraksi PDIP DPRD Tabanan tiga periode yang dipecat partainya dua pekan jelang coblosan Pilkada ini.

Sarjana mengucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat Tabanan yang telah berikan suara kepada Jana Amerta. “Perjuangan kita tidak selesai sampai di sini. Perolehan suara baru bersifat sementara,” katanya.
– See more at: http://www.nusabali.com/berita/1135/eka-jaya-sapu-bersih-10-kecamatan#sthash.rkdtzezH.dpuf

Bangli
Perolehan sementara Pilbup Bangli hingga Rabu (09/12/2015) sore mengukuhkan kemenangan untuk pasangan calon (Paslon) incumbent nomor urut satu, I Made Gianyar-Sang Nyoman Sedana Artha (Gita).

Paket yang diusung PDIP ini, menorehkan kemenangan secara signifikan di dua kecamatan, masing-masing Kintamani dan Tembuku. Sementara lawannya, paslon nomor dua, IB Brahmaputra-I Ketut Ridet yang diusung partai Gerindra dan Demokrat menang tipis di Kecamatan Susut dan Bangli.

Sementara dari penghitungan suara di TPS, kedua Paslon berhasil menang di TPS-nya masing-masing. Calon incumbent Made Gianyar yang menggunakan hak suaranya di TPS 1, Desa Bunutin, Kintamani, meraih kemenangan mutlak. Dari 378 pemilih yang hadir, paket Gita meraup dukungan 375 suara sementara paslon BPR hanya meraih 4 suara. Sementara Cawabup Sang Nyoman Sedana Arta juga meraih kemenangan di TPS Nomor 2 Desa Sulahan Susut dengan perolehan suara paket Gita meraup 306 dukungan dan BPR meraih 112 dukungan.

Sedangkan di TPS 2, Desa Demulih, Cabup Ida Bagus Brahma Putra juga meraih kemenangan yang signifikan. Dimana, dari 354 DPT, BPR meraih dukungan 263 suara, sementara Gita hanya meraih suara 21 dukungan. Sementara Ketut Ridet meski tidak bisa menggunakan hal pilihnya karena tidak masuk dalam DPT akibat ber-KTP luar Bangli, calon wakil Bupati asal Desa Songan A juga mampu meraih kemenangan di desanya.

Hanya saja, meski sama-sama menang di TPS masing-masing sesuai informasi yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber dan intansi terkait di Bangli, pasangan nomor urut satu unggul sementara dari BPR. Dimana total perolehan suara Gita mencapai 77.737 suara. Sementara BPR meraup total dukungan 51.704 suara degan selisih mencapai 26.033 suara.

Perinciannya, untuk kecamatan Susut , paket Gita memperoleh 12.491 suara dan paket BPR memperoleh 14.209 suara. Kecamatan Kintamani, Gita meraup 37.613 suara dan BPR memperoleh 12.169 suara. Kecamatan Bangli, Gita meraup 13.818 suara dan BPR memperoleh 16.963 suara. Sedangkan di Kecamatan Tembuku, paket Gita memperoleh 13.815 suara dan BPR hanya 8.363 suara.

Atas kemenangan yang ditorehkan itu, Ketua Tim Pemenangan Gita, I Wayan Diar mengaku bersyukur dan senang mendengarkannya. “Astungkara dan terimakasih atas kepercayaan yang kembali diberikan masyarakat Bangli kepada Gita,” ungkapnya singkat.
Sementara, IB Brahmaputra sebelumnya sempat menyatakan menang kalah telah siap. “Kalau sudah kondusif seperti ini, saya siap kalah dan siap menang,” akunya.

Denpasar
Pasangan nomor urut satu IB Rai Dharmawijaya Mantra – I Gusti Ngurah Jayanegara (Dharma-Negara) unggul besar berdasarkan hitung cepat yang dilakukan Media Research Center (MRC) Metro TV.

Pasangan yang diusung PDIP dan Partai NasDem ini unggul 79,86 persen saat posisi data yang masuk sebanyak 88 persen. Pasangan nomor urut dua Ketut Resmiasa – IB Batu Agung Antara (Resmi-Agung) meraih perolehan suara 6,39 persen. Pasangan ini diusung Partai Gerindra dan Hanura.

Sedangkan pasangan nomor urut tiga yang diusung Partai Demokrat dan PKS, I Made Arjaya – AA Ayu Rai Sunasri (Arjaya-Soerya), meraih suara sementara 13,75 persen.

“Berdasarkan pantauan dari para relawan kami di lima daerah pemilihan di Kota Denpasar, pasangan Dharma-Negara unggul besar,” kata konsultan MRC Metro TV, Irwasyah, saat berbincang dengan Metro TV, Rabu (9/12/2015).

Badung

Setelah selama 10 tahun dikuasai Golkar-Demokrat besrta mitra koalisinya, kursi Bupati-Wakil Bupati Badung akhirnya besar kemungkinan akan direbut PDIP lagi. Pasalnya, pasangan I Nyoman Giri Prasta-Ketut Suiasa alias Giriasa (Cabup-Cawabup Badung yang diusung PDIP bersama Golkar-NasDem-Hanura) unggul 60,25 persen suara berdasarkan hasil real count Pilkada Badung 2015, Rabu (9/12).

Dari hasil real count yang dilakukan Tim Pemenangan Giriasa, Rabu sore, pasangan I Made Sudiana-I Nyoman Sutrisno (Cabup-Cawabup Badung yang diusung Gerindra-Demokrat) hanya memperoleh 39,75 persen suara. Dari enam kecamatan yang ada di Badung, Sudiana-Sutrisno hanya mampu menang di satu kawasan yakni Kecamatan Kuta Utara, dengan dominasi 57,98 persen suara. Kuta Utara merupakan daerah asal Cabup Made Sudiana.

Sedangkan Paket Giriasa (Giri Prasta-Suiasa) berhasil mendominasi di 5 dari 6 kecamatan se-Badung. Rinciannya, di Kecamatan Petang yang merupakan daerah asal Cabup Giri Prasta, Paket Giriasa raup 15.830 suara atau 79,69 pesren. Di Kecamatan Mengwi, Paket Giriasa meraup 41.131 suara atau dominasi 55,64 persen. Kecamatan Mengwi merupakan daerah asal Cawabup Nyoman Sutrisno.

Di wilayah Kecamatan Abiansemal, Giriasa juga unggul dengan 36.995 suara atau dominasi 65,07 persen. Sementara di wilayah Kecamatan Kuta Selatan yang merupakan daerah asal Cawabup Ketut Suiasa, Paket Giriasa unggul 26.782 suara atau dengan dominasi 72,36 persen. Demikian pula di Kecamatan Kuta, Paket Giriasa meraup 8.985 suara atau dengan dominasi 56,00 persen.

Walhasil, total perolehan Paket Giriasa berdasarkan real count di Pilkada Badung 2015 adalah 145.846 suara atau mendominasi 60,25 persen. Sedangkan Sudiana-Sutrisno mera-up 96.226 suara atau sekitar 39,75 persen.

Ada satu catatan, meski secara keseluruhan unggul di wilayah Kecamatan Mengwi, namun Paket Giriasa kalah di Kelurahan Mengwi. Di sini, Paket Giriasa hanya meraup memperoleh 2.171 suara, sementara Sudiana-Sutrisno kebagian 2.572 suara.

Ini mengejutkan, karena di Kelurahan Mengwi, Paket Giriasa mendapat dukungan mantan Bupati Badung dua periode (2005-2010, 2010-2015) AA Gde Agung yang notabene Panglingsir Puri Agung Mengwi. Hasil ini juga tamparan bagi Nyoman Satria, karena Kelurahan Mengwi adalah kandang dari anggota Fraksi PDIP DPRD Badung yang sekaligus Koordinator Media Paket Giriasa.

“Di basis saya saja yakni di Banjar Pande dan Banjar Serangan, Paket Giriasa unggul. Sedangkan di Banjar Lebah Pangkung (TPS 3), justru Giriasa kalah tipis,” tutur Nyoman Satria.

Hasil sementara yang dipaparkan untuk Pilkada Badung 2015 memang belum final, karena baru sebatas real count dari kubu Paket Giriasa. Namun, jika ini kelak jadi kenyataan, berarti PDIP mencatat sukses dengan kembali rebut Badung yang sempat selama 10 tahun terakhir (dua kali periode) dikuasai kepala daerah-wakil kepala daerah dari partai lain.

Bupati Badung dua periode terakhir yang diusung sekara kolaborasi oleh Golkar-Demokrat adalah AA Gde Agung. Sedangkan Wakil Bupati Badung berganti dari Ketut Sudikerta (2005-2010, 2010-2013) dan Made Sudiana (2014-2015). Baik Ketut Sudikerta maupun Made Sudiana merupakan politisi Golkar.

Sebelumnya, PDIP terakhir kali berkuasa di Badung saat AA Ngurah Oka Ratmadi alkias Cok Rat (kini anggota DPD RI Dapil Bali) menjabat Bupati Badung 2000-2005. Dalam Pilkada 2005, Cabup Badung yang diusung PDIP yakni Made Sumer 9almarhum) dipecundangi AA Gde Agung. Sedanglan dalam Pilkada 2010, Prof Dr dr Wayan Wita yang diusung PDIP sebagai Cabup Badung, lagi-lagi dipecundangi AA Gde Agung.

Dalam Pilkada Badung 2015 kali ini, PDIP mendapat dukungan dari Golkar-NasDem-Hanura dalam mengusung Paket Giriasa. Cabup Nyoman Giri Prasta merupakan politisi PDIP asal Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung yang kini Ketua DPC PDIP Badung. Giri Prasta sempat dua kali periode menjabat Ketua DPRD Badung (hasil Pileg 2009 dan Pileg 2014).

Sementara Cawabup Ketut Suiasa merupakan politisi Golkar asal Desa Pecatu, Ke-camatan Kuta Selatan, Badung yang mantan Ketua DPD II Golkar Badung 2010-2015. Ketut Suiasa juga sempat dua kali periode menjabat Wakil Ketua DPRD Badung (hasil Pileg 2009 dan Pileg 2014).

Ketika dikonfirmasi, Rabu kemarin, Cabup Giri Prasta enggan banyak komentar terkait hasil real count yang menempatkan Paket Giriasa sebagai pemenang Pilkada Badung 2015. Namun, Giri Prasta merasa senang dengan hasil real count yang digeber partanianya.

“Saya belum mau menyebut diri menang. Kemenangan nanti akan diumumkan KPU Badung. Tapi, kemenangan ini milik semua krama Badung. Saya saat ini masih mengikuti perkembangan,” jelas Giri Prasta.

Giri Prasta mengucapkan terimakasih kepada semua pihak atas suksesnya pelaksanaan Pilkada Badung 2015 ini. “Terimakasih KPU Badung telah menyelenggarakan Pilkada dengan baik. Terimakasih kepada semua krama Badung, terimaksih untuk pendukung dan simpatisan semuanya, tanpa terkecuali,” katanya.

Sebaliknya, Cabup Made Sudiana saat dikonfirmasi terkait hasil perolehan suara berdasarkan real count, tidak menampik bila Paket Giriasa lebih unggul. “Tapi, itu kan baru berdasarkan hitung cepat. Kami (Sudiana-Sutrisno) tetap menunggu rekapitulasi resmi dari KPU Badung. Penghitungan cepat yang dilakukan itu kan hanya sebagai bayangan saja,” tandas Sudiana.

Sudiuana menegaskan, sudah risiko dari sebuah kompetisi harus ada yang kalah dan ada pemenang. Apa pun hasil Pilkada Badung 2015, Sudiana berjanji akan menerimanya dengan lapang dada. “Kalah-menang, kita terima,” kata Sudiana. “Kita serahkan siapa pun yang terpilih, kita harus hargai dan hormati,” lanjut politisi Golkar asal Desa Petitenget, Kecamatan Kuta Utara, Badung yang juga seorang pamangku ini.

Sementara itu, Ketua KPU Badung AA Gede Raka Nakula mengaku pihaknya tidak membuat quick count untuk Pilkada 2015. Raka Nakula pun mengimbau agar semua pihak menunggu rekapitulasi perolehan suara resmi dari KPU Badung. Menurut rencana, KPU Badung akan melakukan rekapitulasi perhitungan suara tingkat kabupaten pada 16-18 Desember 2015. Hasil rekap tersebut baru akan diumumkan 17-23 Desember 2015.

Sedangkan penetapan pemenang Pilkada Badung akan dilakukan KPU 21-22 Desember 2015. Sementara pengesahan pengangkatan pasangan calon terpilih akan diusulkan secara resmi KPU Badung 23-29 Desember 2015 mendatang. “Kalau tidak ada gugatan (sengketa Pilkada), bulan Desember 2015 ini rakyat Badung sudah punya Bupati-Wakil Bupati yang baru,” tandas Raka Nakula.

Categories: Hasil Pilkada

Comments

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*