Hasil Sementara Pilkada Kaltara: Irianto-Udin Unggu

Hasil Sementara Pilkada Kaltara: Irianto-Udin Unggu

IndoElection.com, Kaltara — Pasangan calon, Irianto Lambrie-Udin Hianggio, unggul dalam pemilihan gubernur Kalimantan Utara berdasarkan penghitungan cepat yang dilakukan kubu tim pasangan tersebut. Meski demikian, hasil resmi penghitungan suara tetap menunggu Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Utara.

Herwansyah, Koordinator Relawan Sahabat Irau (Irianto Lambrie-Udin Hianggio) se-Kalimantan Utara, Jumat (11/12) pagi, mengatakan, berdasarkan rekapitulasi penghitungan cepat yang dilakukan tim hingga Kamis pukul 22.00 Wita, perolehan suara Irianto-Udin mencapai 53,67 persen suara.

Sementara itu, pasangan Jusuf Serang Kasim-Marthin Billa mengumpulkan 45,86 persen suara. “Angka ini dari 94 persen suara yang masuk. Tinggal enam persen lagi, perolehan suara Pak Irianto dan Pak Udin Hianggio sudah pasti tidak bisa terkejar,” ujar Herwansyah.

Meskipun sudah dipastikan unggul dalam penghitungan cepat, Irianto meminta pendukungnya bersabar menunggu hasil penghitungan suara secara resmi selesai dilakukan KPU Kalimantan Utara. Irianto juga mengimbau tim dan relawan agar tidak melakukan konvoi.

Saat ini penghitungan suara di lima kabupaten/kota se- Kalimantan Utara, yakni Malinau, Nunukan, Tana Tidung, Bulungan, dan Tarakan, masih berada di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). “Kami berharap penghitungan suara di tingkat PPK bisa selesai maksimal 16 Desember,” ujar Ketua KPU Kalimantan Utara Suryanata Al Islami.

Secara terpisah, Siti Nuhriyati, Ketua Bawaslu Kalimantan Utara, gembira karena pilkada berjalan aman lancar. Salah satunya karena sebelumnya, Pilkada Kalimantan Utara dianggap sebagai pilkada yang paling rawan kedua se-Indonesia. Namun, untunglah itu tidak terjadi.

“Saat pelaksanaan pilkada, tidak ada satu kejadian yang serius mengarah ke kekerawanan. Hingga saat ini kami belum menerima laporan adanya praktik politik uang. Namun, kami tetap memantau,” ucap Siti.

Pertarungan dua kandidat di Pilkada Kaltara ini awalnya diprediksi ketat. Irianto-Udin unggul dalam perolehan kursi partai pengusung di DPRD Kalimantan Utara, yakni 24 kursi, sedangkan Jusuf SK-Marthin hanya 9 kursi. Namun, faktor ketokohan Jusuf SK yang dikenal sebagai tokoh yang mewujudkan terbentuknya Kalimantan Utara diperkirakan bisa membalik perhitungan di atas kertas tersebut.

Herwansyah menyebut, keunggulan Irianto-Udin tidak semata ditentukan solidnya partai dan relawan yang bergerak kompak dan terarah. “Selain itu, Pak Irianto memang figur yang sudah lama dikenal. Kualitas dan pengalamannya memang diinginkan rakyat,” ujarnya.

Irianto sebelumnya adalah Penjabat Gubernur Kalimantan Utara selama dua tahun setelah provinsi itu dimekarkan dari Kalimantan Timur tahun 2012. Sebelumnya Irianto pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kalimantan Timur. Dia juga pernah menjabat sebagai anggota MPR tahun 1992-1997. Sementara Udin Hianggio adalah Wali Kota Tarakan periode 2009-2013.

Jusuf SK adalah mantan Wali Kota Tarakan selama dua periode (1999-2009). Marthin Billa pernah menjabat bupati pertama Malinau selama dua periode (2001-2011).

Kamal Soreyanto, Koordinator Tim Pemenangan Sahabat Pejuang (kubu Jusuf SK-Marthin Billa) di Pulau Sebatik, Nunukan, mengucapkan selamat kepada kubu lawan yang menang, juga kepada seluruh warga seiring selesainya pilkada dengan damai, aman, dan tidak terjadi kriminalitas.

“Yang menang bisa merangkul yang belum beruntung. Yang belum beruntung, mari mendukung yang beruntung. Kalimantan Utara milik semua, dan kita harus bekerja sama untuk Kalimantan Utara. Saatnya mempererat silaturahim,” ujar Kamal.

Meski demikian, Kamal memberi beberapa catatan. Salah satunya dugaan politik uang. Dua hari sebelum pencoblosan, ada pihak yang membagi-bagikan uang kepada calon pemilih. “Pembuktiannya sulit diangkat karena masyarakat tidak ada yang berani melapor,” kata Kamal. (dik)

Categories: Hasil Pilkada

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*