Hasil Riset, Pilkada Lumajang Terancam Politik Uang

Hasil Riset, Pilkada Lumajang Terancam Politik Uang

IndoElection.com, Lumajang – Politik uang rawan terjadi dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) Lumajang. Peringatan itu berdasarkan riset studi atas praktek politik uang bagi masyarakat Lumajang yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum dan Dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Widya Gama, Dr. Hafid Aditya.

“Jadi politik uang bisa terjadi, paling bisa beredar di pedesaan sebesar 88,1 persen dan 11,9 persen hanya ada diperkotaan,” ungkap Ridhol Mujib, Komisioner Bidang Sosialisasi kepada wartawan di ruang rapat terbatas kantor KPU Lumajang, Rabu (9/9/2015).

Lanjut dia, politik uang ternyata juga tidak bisa mempengaruhi pemilih dalam menentukan pilihannya di Pemilu. Karena dari survey, hal yang paling mendorong praktek uang adalah Keanggotaa Partai sebesar 47,6 persen, Faktor pendidikan 27,4 persen dan Faktor pendapatan 13,1 persen.

“Sepuluh koma tujuh persen faktor lain-lain,” paparnya.

Yang paling menganggetkan terjadinya politik uang dikarenakan pendidikan politik yang rendah. Bahkan, koresponden yang bertanggung jawab terjadinya politik uang adalah Pemerintah, KPU dan Parpol.

“Ini juga jadi temuan dalam penelitian ini,” jelas mantan jurnalis televisi itu.

Dalam riset ini, peneliti menggunakan sampling kuota berdasarkan 21 kecamatan yang ada di Lumajang. Masing-masing kecamatan diambil sample 4 orang, 2 laki-laki dan 2 perempuan.

“Jumlah responden sebanyak 84 orang responden,” terang Ridho. (dik)

Categories: Delik

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*