Hasil Pilkada Blitar: Calon Tunggal Raup 84 Persen Suara

Hasil Pilkada Blitar: Calon Tunggal Raup 84 Persen Suara

IndoElection.com, Blitar – Hasil rekapitulasi penghitungan suara KPU Kabupaten Blitar resmi memenangkan pasangan calon tunggal Rijanto-Marheinis Urip Widodo (RIDO). PDI Perjuangan selaku partai pengusung mengakui kemenangan dipengaruhi tidak adanya perlawanan dari koalisi besar. Kendati demikian mesin politik partai diakui memiliki andil tidak kalah besar.

“Kita memang terbantu dengan tidak adanya perlawanan, meskipun disisi lain mesin politik all out bekerja,“ ujar M Taufik juru bicara tim pemenangan paslon RIDO di sela acara rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara pilkada Kabupaten Blitar, Rabu (16/12/2015).

Paslon RIDO memperoleh dukungan setuju sebanyak 428.075 suara atau 84 %. Tidak hanya menang besar di “kandang” banteng seperti Kecamatan Nglegok (29.191 suara), Ponggok (32.648 suara), Gandusari (28.055 suara), dan Talun (25.211 suara).

Di Wilayah Blitar barat yang bukan kantong PDI P seperti Kecamatan Srengat (21.457 suara), Udanawu (12.998 suara), Sanankulon (19.563 suara) dan wilayah Kecamatan Kanigoro (27.182 suara), paslon Rido unggul mutlak.

Sementara total suara tidak setuju atau yang menolak paslon RIDO menjadi Bupati dan Wakil Bupati Blitar hanya 76.121 suara. Ini membuktikan ancaman memobilisi massa untuk memilih tidak setuju hanya isapan jempol. Dari DPT 964.928, jumlah kehadiran atau partisipasi hanya 57 %. Total suara sah sebanyak 504.196 suara. Sedangkan suara tidak sah 41.281 suara. “Kita menang di 22 kecamatan, termasuk wilayah Blitar selatan. Ini membuktikan mesin partai bekerja maksimal, “jelas Taufik.

Taufik mengklaim penyumbang suara terbesar paslon RIDO adalah konstituen PDI Perjuangan. KPU dengan simulasi pencoblosan juga diakui membantu semakin mengenalkan paslon di masyarakat. Kendati demikian ia juga tidak membantah bahwa figur calon juga memberi sumbangan suara yang tidak kecil. Menurut Taufik kemenangan yang diraih justru langkah awal paslon RIDO mewujudkan misi dan visi yang disampaikan selama kampanye.

“Selama lima tahun ke depan kita akan mengawal visi misi ini, “pungkasnya. Ketua KPU Kabupaten Blitar Imron Nafifah menanggapi angka golput 43 % mengakui lebih besar dari pileg dan pilpres 2014. Imron berdalih faktor banyaknya buruh migran menjadi salah satu penyebabnya. Selain itu diakui tidak sedikit warga yang enggan mencoblos karena alasan calonya hanya satu.

“Pada pileg dan pilpres lalu angka buruh migran tidak masuk DPT. Sedangkan dalam pilkada ini dimasukkan. Ini yang menjadi salah satu penyebab angka golput saat ini lebih tinggi, “ujarnya. KPU memberi waktu tiga hari terhitung rekapitulasi kepada para pihak yang hendak mengajukan gugatan. Bila tidak ada, KPU akan langsung menetapkan paslon RIDO 22 Desember 2015 mendatang.

Sementara di tempat yang sama Ketua Panwaslu Kabupaten Blitar Edi Nurhidayat mengakui ada temuan sejumlah pelanggaran selama proses pilkada berlangsung. Hanya saja pelanggaran yang dimaksud tidak mempengaruhi kemenangan paslon terpilih. “Pelanggaran kecil yang tidak berpengaruh signifikan. Dan semuanya sudah selesai,“ ujarnya. (feb)

Categories: Hasil Pilkada

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*