Hari Ini Sidang Perdana Gugatan Paslon Pilkada Minsel Digelar

Hari Ini Sidang Perdana Gugatan Paslon Pilkada Minsel Digelar

IndoElection.com, Minsel – Pasangan calon (Paslon) Jhon Sumual-Annie Langi yang sudah digugurkan oleh Komisi Pemlihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) sebagai calon bupati dan wakil bupati, berpeluang lagi menjadi peserta pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 9 Desember 2015.

Paslon usungan koalisi Partai Demokrat dan Partai Gerindra ini rencananya, Kamis (10/9) hari ini akan mengikuti sidang perdana dalam sengketa Pilkada Minsel di Kantor Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Utara (Sulut). Sumber terpercaya media ini mengutarakan gugatan Jos-AsLi terhadap KPUD dan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslu) Minsel berpeluang dimenangkan oleh Bawaslu Sulut.

Bukti-bukti yang sudah dikumpulkan paslon tersebut, menyoratkan mereka berhak ditetapkan sebagai peserta pilkada serentak. Masih menurut sumber, selama ini Jos-AsLi mempersoalkan perihal penggugurannya padahal syarat pencalonan dan syarat calon serta formulir lainnya yang sudah dimasukan ke KPUD Minsel sudah lengkap.

Ketua Bawaslu Sulut, Herwyn Malonda kepada wartawan membenarkan bahwa sidang perdana gugatan paslon dari Minsel ini mulai digelar, Kamis (10/9). “Sidang akan dimulai pukul 14.00 Wita,” ujarnya singkat kepada wartawan, Rabu (9/10).

Ketua KPUD Minsel, Dr Fanley Pangemanan saat dikonfirmasi perihal sidang gugatan tersebut menuturkan pihaknya belum mendapatkan surat dari Bawaslu Sulut. “Kami belum ada pemberitahuan, tapi mungkin saja sudah ada surat masuk ke kantor kami tapi saya belum tahu, karena saat ini sedang tugas di luar kantor,” ujarnya saat dihubungi wartawan via telepon.

Namun kata Pangemanan KPUD Minsel siap jika memang sidang perdana gugatan tersebut akan dimulai Kamis pekan ini. Pihaknya yakin sudah mengambil keputusan yang tepat untuk menggugurkan paslon Jhon Sumual-Annie Langie pada saat penetapan peserta Pilkada Minsel 24 Agustus silam.

“Kami tetap optimistis keputusan yang kami ambil tanggal 24 Agustus lalu sudah tepat. Tapi kalau nantinya memang Pak Jhon dan Ibu Annie ditetapkan atau diputuskan dalam sidang gugxatan berikutnya bahwa berhak ikut pilkada, tentunya kami akan menghormati keputusan itu,” ucapnya lagi. (dik)

Categories: Delik

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*