Guru Honorer Merasa Jadi Korban Politik Pilkada

Guru Honorer Merasa Jadi Korban Politik Pilkada

IndoElection.com, Lampung – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Guru Honor Murni Lampung Selatan, Heru Cipto Nuroso, menyampaikan kekecewaan para guru honorer karena pengadaan seragam untuk mereka tidak disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.

“Tentunya kami kecewa berat karena pengadaan seragam itu dicoret dari pengusulan anggaran di DPRD Lampung Selatan,” ujarnya, Senin (31/8/2015). Padahal, seragam tersebut dinilai sebagai bentuk perhatian pemerintah setempat untuk mendukung kegiatan belajar mengajar.

Kata Heru, pihaknya melalui perwakilan seluruh Ketua DPC PGHM Lampung Selatan, pada hari ini akan bersama-sama ke gedung DPRD untuk meminta klarifikasi masah tersebut.

Sementara Ketua DPC PGHM Kecamatan Sidomulyo, Setiawan, menduga pembatalan pencarian anggaran seragam guru honorer itu berkaitan dengan politik pilkada. Akibatnya, guru honorer jadi korban.

Ia menduga para anggota dewan yang menolak pengadaan itu, berasal dari partai koalisi yang mendukung salah satu pasangan calon bupati dan wakil bupati yang akan bertarung dalam Pilkada Serentak 2015. “Seharusnya kami jangan menjadi korban politik yang saat ini sedang berlangsung,” ucapnya. (feb)

Categories: Pernik

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*